Jl. Pramuka No. 19A
(0352) 486012

16 Desa Di Ponorogo Mendapatkan Penghargaan Desa Wisata Dari Kemenparekraf-RI

16 Desa Di Ponorogo Mendapatkan Penghargaan Desa Wisata Dari Kemenparekraf-RI

Sebanyak 16 desa di wilayah Kabupaten Ponorogo mendapatkan penghargaan “Desa Wisata” dari Kementerian Pariwisata Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (Kemenparekraf RI). Menerima penghargaan tersebut, ke 16 desa sepakat meminta Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kabupaten Ponorogo untuk membantu pendanaan, pendampingan, pembinaan dan membantu promosi.

Usai penyerahan penghargaan di Padepokan Reyog, Jumat (17/12/2021), Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Disbudparpora Ponorogo, Bambang Wibisono mengatakan penghargaan diberikan bukan karena sebuah kompetisi melainkan mengisi link tentang profil pariwisata.

“Mungkin juga melihat sejauh mana potensi pariwisata yang ada di Kabupaten/Kota keberadaannya. Nah, mungkin seperti itu,” katanya.

Bambang mengungkap pihaknya sendiri belum melihat secara detail seperti apa, detail syarat mendapat penghargaan itu. Akan tetapi, penghargaan ini merupakan kepedulian terhadap potensi pariwisata di desa-desa yang ada di Indonesia.

“Termasuk di Ponorogo, katanya kita ini yang terbanyak. Meskipun kita dengan 16 desa yang memperoleh penghargaan ini,” terangnya.

Sementara itu, sebelumnya di ruang rapat Disbudparpora para 16 Kepala Desa yang hadir untuk mengambil penghargaan mengaku dengan mendapat penghargaan itu, justru merasa mendapat amanat yang berat. Untuk itu, para Kepala Desa meminta pengawalan berupa pendanaan, bimbingan dan bantuan promosi dari Disbudparpora.

“Sebenarnya kalau desa wisata itu, tidak semata-mata bagaimana kondisi daya tarik dan potensinya. Tetapi, kelambagaan didalamnya tentu kita berbicara tentang SDM (Sumber Daya Manusia) untuk mengelola desa wisata itu sendiri,” tutur Bambang.

Bambang menjelaskan untuk anggaran tidak dalam bentuk cash, akan tetapi dalam bentuk kegiatan. Ia mencontohkan Disbudparpora mengandeng lembaga yang bergerak pada desa wisata.

“Tentu kita kaji dengan potensi dan sebagainya. Apa yang mereka miliki dan apa yang mereka lakukan pada kegiatan berikutnya,” paparnya.

Untuk promosi sendiri lanjutnya, desa wisata bisa berkoordinasi dengan Bidang Pemasaran dan Ekonomi Kreatif Disbudparpora.

Sementara itu, Kepala Desa Selur, Suprapto menyampaikan untuk di Desa Selur sendiri memiliki sebuah konsep bahwa pembangunan desa wisata harus beriringan dengan SDA (Sumber Daya Alam) dan pengembangan SDM.

“Kalau itu tidak berjalan maka tidak akan sesuai harapan,” ujarnya.

Ia melanjutkan, apalagi kesiapan masyarakat untuk menjadi pelaku wisata sangatlah penting. Karena apabila kedatangan wisatawan harus memberikan rasa aman nyaman dan terlindungi.

“Contoh misalkan, pase rekreasi onok sing ngombe-ngombe (Saat rekreasi ada yang minum-minum minuman beralkohol). La, kebetulan yang datang anak-anak SMP, walaupun orang minum itu pas tidak pada tempatnya mungkin itu akan memberikan rasa takut pada anak-anak SMP,” ucap Kades yang baru saja menerima penghargaan Nasional Prudesa itu.

Di sisi lain, Kepala Desa Paringan, Suwendi berharap ada peran lebih dari Disbudparpora untuk desa-desa wisata terkait pemasaran ke dinas-dinas yang ada di Ponorogo dan luar Ponorogo. Khususnya promosi dititik tertentu yang menjadi unggulan.

“Pemerintah Deerah juga harus fokus wisata desa mana yang layak untuk dipasarkan, kalau ibarat dagangan ya. Wisata mana yang betul-betul bisa diterima oleh masyarakat,” imbuhnya.

Ia menambahkan hal itu perlu dilakukan untuk mencapai keberhasilan dan mendapat ukuran yang jelas sebagai desa wisata.

“Jadi misalkan ini dulu yang mendapat penghargaan. Harus benar-benar didampingi, dibina sehingga desa ini nanti betul-betul bisa berkembang,” pungkasnya.

Sebagai informasi selain 16 desa mendapatkan penghargaan dari Kemenparekraf RI, Disbudparpora juga menyerahkan sertifikat peserta East Java Tourism Award 2021 Katagori Restoran Non Bintang kepada Pizza Hut Ponorogo. Dan berikut 16 desa yang mendapat penghargaan Kemenparekraf RI :

  1. Desa Sidoharjo, Kecamatan Jambon dengan objek wisata Embung Dangkak.
  2. Desa Paringan, Kecamatan Jenangan, dengan objek wisata Paringan Asyik.
  3. Desa Plunturan, Kecamatan Pulung, dengan objek wisata Plunturan.
  4. Desa Tumpak Pelem, Kecamatan Sawoo dengan objek wisata Grojokan Coban Pelangi.
  5. Desa Wagir Kidul, Kecamatan Pulung dengan objek wisata, Wisata Wagir Kidul.
  6. Desa Wagir Lor, Kecamatan Ngebel dengan objek wisata, Wisata Wagir Lor.
  7. Desa Biting, Kecamatan Badegan dengan objek wisata, Dewi Sumbi dan Sumorobangun Flowers.
  8. Desa Gajah, Kecamatan Sambit dengan objek wisata Negeri Diatas Awan Puncak Kuik.
  9. Desa Ngebel, Kecamatan Ngebel dengan objek wisata, Wisata Ngebel.
  10. Desa Banaran, Kecamatan Pulung, dengan objek wisata, Wisata Banaran.
  11. Desa Pager Kecamatan Bungkal, dengan objek wisata Sendang Bulus.
  12. Desa Tegalsari, Kecamatan Jetis, dengan objek wisata, Tegalsari dan Makam Ki Ageng Muhammad Besari.
  13. Desa Selur, Kecamatan Ngrayun dengan Wisata Selur.
  14. Desa Badegan, Kecamatan Badegan dengan objek wisata Watu Demang dan Watu Bonang.
  15. Desa Bareng, Kecamatan Pudak, dengan Wisata Pudak.
  16. Desa Pager Ukir, Kecamatan Sampung dengan objek wisata, Wisata Pager Ukir.

Share This: