500 Pemuda Banser Ponorogo Ikuti Pembaretan, Bupati Tekankan Peran Strategis Generasi Muda

Sebanyak 500 pemuda Barisan Ansor Serbaguna (Banser) dari Satuan Koordinasi Cabang (Satkorcab) Kabupaten Ponorogo resmi mengikuti prosesi baiat dan pembaretan tahun 2025. Acara yang berlangsung khidmat di Pendopo Agung Kabupaten Ponorogo pada Selasa, 6 Mei 2025 ini menjadi simbol kesiapan para kader muda dalam mengabdi kepada masyarakat, agama, dan bangsa.
Bupati Ponorogo H. Sugiri Sancoko, S.E., M.M., yang juga menjabat sebagai Wakil Kepala Satuan Banser Koordinasi Wilayah (Korewil) Jawa Timur, hadir langsung dan memberikan pesan inspiratif kepada para peserta. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa pemuda hari ini harus menjadi pelopor perubahan dengan menjaga nilai-nilai keislaman, kebangsaan, dan kemanusiaan.
“Banser bukan sekadar organisasi, tapi kawah candradimuka pembentukan karakter anak-anak muda NU agar siap menghadapi tantangan zaman,” ujarnya. Ia juga mengingatkan bahwa semangat perjuangan harus dibarengi dengan akhlak, loyalitas, dan komitmen sosial yang tinggi.
Prosesi pembaretan ini bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk peneguhan ideologis dan spiritualitas kader muda Banser yang siap menjadi garda terdepan dalam menjaga para kiai Nahdlatul Ulama (NU) serta hadir di tengah masyarakat untuk membantu dan melindungi.
Turut hadir dalam acara tersebut sejumlah tokoh penting daerah, antara lain Ketua DPRD Ponorogo Dwi Agus Prayitno, S.H., M.Si., Ketua PCNU Dr. Idam Mustofa, M.Pd., Ketua PC GP Ansor Muhammad Ilham, Kasatkorcab Banser Yoyok Heri Saputro, serta para Kasatkorcab Banser dari wilayah se-Mataraman.
Kegiatan ini mempertegas peran Banser sebagai ruang pembinaan kepemudaan berbasis nilai, tradisi, dan aksi. Diharapkan, generasi muda NU yang terlibat dalam Banser tidak hanya tangguh secara fisik, tetapi juga matang dalam spiritualitas dan kepemimpinan sosial.