Tatung, Balong – Dalam rangkaian event Grebeg Suro 2018 kali ini ada satu item acara yang baru pertama kali digelar, yaitu Liga Paralayang Seri IV Jawa Timur, yang diselenggarakan di Desa Tatung, Kecamatan Balong, pada Jum’at-Minggu (7-9/9). Event olahraga kedirgantaraan atau yang akrab dengan istilah aerosport tersebut digelar sebagai tindak lanjut serius atas ditetapkannya Bukit Gede Desa Tatung sebagai salah satu spot olahraga paralayang di Jawa Timur.

Puluhan atlet paralayang dari berbagai daerah di Jawa Timur datang ke Desa Tatung untuk beradu kebolehan dalam menjajal arena aerosport baru tersebut. Mereka mengikuti kompetisi yang terbagi ke dalam beberapa kategori, antara lain senior putra, junior putra, junior putri, pelajar putra, dan pelajar putri. Mereka berasal dari Malang, Blitar, Batu, Tuban, Surabaya, serta Ponorogo sebagai tuan rumah.

Setelah dibuka oleh Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni, pada Jum’at pagi (7/9), upacara pengumuman juara ditutup oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Desa PDTT, Anwar Sanusi, pada Minggu sore (9/9). Selain itu turut hadir pula Ketua Pengprov Paralayang Jatim, Arif Eko Wahyudi, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Supriyanto, Kepala Dinas Pemuda & Olahraga Ponorogo, Bambang Nurcahyo, serta Kepala Desa Tatung, Rudi Sugiarto.

Dalam sambutannya sebelum mengumumkan juara liga, Ketua Pengprov Paralayang Jatim, Arif Eko Wahyudi menyampaikan rasa terima kasihnya kepada segenap jajaran pemerintah serta masyarakat Desa Tatung yang telah bahu-membahu menyukseskan penyelenggaran Liga Paralayang Jatim Seri IV 2018. Ia pun mengatakan rasa syukurnya, karena Liga Paralayang selama tiga hari tersebut juga berdampak pada ekonomi masyarakat utamanya di bidang pangan dan homestay. Arif berharap, event tersebut mendorong pemerintah pusat dan daerah agar mampu mendukung perkembangan olahraga paralayang, khususnya di Ponorogo.

Sekjen Kemendes PDTT, Anwar Sanusi (ketiga dari kanan), saat berfoto bersama para juara Liga Paralayang Jawa Timur Seri IV 2018 di Desa Tatung, Kecamatan Balong, Ponorogo

Sementara itu, Sekjen Kemendes PDTT, Anwar Sanusi mengatakan rasa bangganya terhadap Desa Tatung. Menurutnya, jajaran pemerintah dan masyarakat Desa Tatung memiliki satu semangat yang sama dalam mendukung berkembangnya potensi desa. Anwar menambahkan, apabila potensi baru tersebut dikelola dan terus dikembangkan, bukan hal mustahil jika beberapa tahun mendatang akan muncul atlet-atlet handal paralayang dari Ponorogo, khususnya Desa Tatung.

“Saya sudah coba koordinasi dengan Dirjen Pembangunan Pemberdayaan Masyarakat Desa, kita siap membantu dan mendukung Desa Tatung untuk menjadi pusat olahraga paralayang. Saya mohon rencana ini untuk dikawal bersama-sama. Mudah-mudahan, pada penyelenggaraan Liga Paralayang tahun depan di Desa Tatung sudah jauh lebih baik lagi”, tutup Anwar Sanusi.

Kepala Desa Tatung, Rudi Sugiarto, bersama Tisa Aulia Faradisa, atlet paralayang asal Ponorogo yang berhasil menjadi Juara 3 Kategori Pelajar Putri

Pada kejuaraan ini, terdapat satu atlet paralayang asal Ponorogo yang berhasil menyabet juara kategori pelajar putri, atas nama Tisa Aulia Faradisa. Menanggapi hal tersebut, Kepala Desa Tatung, Rudi Sugiarto pun turut berharap prestasi pertama atlet paralayang Ponorogo tersebut mampu menginspirasi dan memotivasi warga Desa Tatung agar kelak muncul atlet-atlet paralayang asli desa tersebut. Rudi juga bersyukur bahwa respon dan dukungan Pemkab Ponorogo positif dalam rencana pengembangan Desa Tatung.

“Kita akan diundang oleh Pemkab Ponorogo, bersama dengan Federasi Aerosport Indonesia (FAsI) dan Dinas PU, untuk membicarakan pengembangan wilayah Desa Tatung, terutama dalam rangka mendukung pengembangan paralayang”, tutup Rudi. – NM

Sukses Gelar Liga Paralayang Tingkat Provinsi, Desa Tatung Siap Jadi Desa Wisata Paralayang – Disbudparpora Ponorogo