Sewengi Ning Ponorogo, Langkah Strategis Disbudparpora Promosi Pariwisata & Budaya Ponorogo

Menyambut perayaan Grebeg Suro 2025, Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kabupaten Ponorogo menggelar Gathering Influencer bertajuk “Sewengi Ning Ponorogo” pada 14–15 Juni 2025. Acara ini diikuti para influencer dari Jawa Timur dan Jawa Tengah sebagai upaya memperkuat promosi wisata dan budaya Ponorogo melalui media sosial.
Para pegiat medsos ini disambut langsung oleh Bupati Ponorogo Kang Sugiri Sancoko di Rumah Dinas Pringgitan. Dalam sambutannya, Kang Bupati mengajak para pegiat medsos untuk saling mempromosikan potensi wisata, khususnya wisata yang ada di Ponorogo.
“Tentunya kami mengundang sahabat-sahabat pegiat medsos ini untuk melihat lebih dekat & menyebarkan informasi tentang keindahan Ponorogo yang kami cintai bersama-sama”’ ungkapnya.
Para peserta diajak menjelajahi destinasi unggulan seperti Monumen dan Museum Reog, Sanggar Kawula Bantarangin, Masjid Tegalsari, Sentra Kuliner Sate Ayam Ponorogo, Pusat Oleh-oleh Jenang Teguh Raharjo, Telaga Ngebel, hingga cafe Mloko Jajar.
Bupati Sugiri menjelaskan bahwa pihaknya memang sedang berusaha memetakan potensi wisata yang ada di setiap pintu masuk Ponorogo.
“Misalnya Telaga Ngebel ini untuk membobol wisata dari utara & timur, pokoknya kawasan selingkar Wilis. Lalu sebelah barat laut ada monumen Reog yang menarik wisatawan dari kawasan Tawangmangu & Sarangan. Lalu ada lagi waduk bendo & bukit khotmil Qur’an,” jelasnya.
Kegiatan ini tentunya akan menciptakan pengalaman mengesankan bagi para influencer untuk kemudian dibagikan kepada ribuan hingga jutaan pengikut mereka di media sosial. Dengan demikian, narasi positif tentang Ponorogo bisa tersebar lebih luas, menjangkau generasi muda yang akrab dengan dunia digital.
Sementara itu Kepala Disbudparpora Judha Slamet Sarwo Edi menjelaskan bahwa kegiatan gathering ini merupakan ide dari Kang Bupati Sugiri untuk merangkul para pegiat medsos. Kegiatan ini juga menjadi bagian penting dalam memperkenalkan Reog Ponorogo yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO (ICH) dan mendukung langkah Ponorogo menuju jejaring Kota Kreatif Dunia (UCCN).
“Hari ini Reog Ponorogo telah diakui sebagai ICH UNESCO. Setelah itu, kami saat ini juga sedang mendaftarkan Kabupaten Ponorogo menjadi Jejaring Kita Kreatif Dunia. Hal ini tentunya menjadi komitmen kami untuk menjadikan pariwisata & budaya sebagai tumpuan perkembangan ekonomi masyarakat Ponorogo,” ucapnya.
Melalui kampanye digital dengan para influencer, Ponorogo menunjukkan kesiapannya sebagai daerah yang tidak hanya kaya tradisi, tetapi juga adaptif terhadap perkembangan zaman.