Festival Karawitan PKK dan Pelajar Ramaikan Hari Jadi Ponorogo ke-529

Published by disbudparpora on

Dalam rangka memeriahkan Hari Jadi ke-529 Kabupaten Ponorogo, Pemerintah Kabupaten Ponorogo melalui Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) menggelar Festival Karawitan PKK & Pelajar Se-Kabupaten Ponorogo. Kegiatan ini dilaksanakan di Pendopo Agung Ponorogo, Kompleks Kantor Pemerintah Kabupaten Ponorogo, Jalan Aloon-Aloon Utara.

Festival ini berlangsung selama empat hari, dibagi menjadi dua kategori. Kategori PKK digelar pada 4–5 Agustus 2025 (Senin–Selasa), sedangkan Kategori Pelajar berlangsung pada 6–7 Agustus 2025 (Rabu–Kamis). Acara dimulai pukul 08.00 WIB hingga selesai dan terbuka secara gratis untuk masyarakat umum.

Melalui penyelenggaraan festival ini, pemerintah daerah berkomitmen menjaga serta melestarikan kesenian karawitan sebagai salah satu warisan budaya yang tumbuh dari masyarakat Ponorogo. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi media untuk mempererat tali kebersamaan antarwarga serta menumbuhkan rasa cinta budaya lokal, khususnya di kalangan ibu-ibu PKK dan generasi muda.

Bupati Ponorogo, Kang Sugiri Sancoko, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya acara ini. Ia menegaskan pentingnya membangkitkan kembali semangat berkesenian di tengah masyarakat.

“Bapak-Ibu, ini adalah acara yang luar biasa. Setiap tahun, kita berusaha untuk membangkitkan kembali kebudayaan kita bersama, salah satunya melalui seni karawitan. Dulu, saat saya masih kecil, ibu-ibu PKK di mana-mana aktif memainkan karawitan. Suasananya teduh, elok, penuh kebersamaan. Namun, kini suasana seperti itu sudah hampir hilang,” tuturnya.

Bupati juga mengusulkan agar ke depan seleksi karawitan dilaksanakan mulai dari tingkat desa dan kecamatan.

“Saya mohon dengan hormat agar diadakan seleksi di tingkat kecamatan. Kita siapkan hadiahnya. Juara satu, dua, tiga akan mendapatkan set gong gamelan lengkap seperti ini. Dengan cara ini, semangat karawitan akan menggema hingga ke tingkat RT. Karena hebat itu boleh, tapi berbudaya itu wajib,” tegasnya.

Ketua TP PKK Kabupaten Ponorogo, Susilowati Sugiri Sancoko, juga menegaskan bahwa sinergi dengan dinas pendidikan menjadi strategi untuk mempermudah pelaksanaan festival.

“Untuk peserta dari tingkat pelajar pengelolaannya saya serahkan ke dinas terkait. Sedangkan PKK akan fokus menangani kategori khusus PKK saja,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa hadiah tahun ini meningkat dibanding tahun sebelumnya, sebagai bentuk apresiasi bagi para peserta.

“Tahun lalu hadiah yang diberikan hanya Rp5.000.000, itu pun hanya cukup untuk bedak dan baju. Maka tahun ini alhamdulillah kita naikkan. Bahkan, kedepan hadiahnya bisa mencapai Rp450 juta berupa seperangkat gamelan. Itu bukan angka kecil, dan tentu menjadi bentuk penghargaan bagi pelaku seni karawitan,” ucapnya.

Susilowati juga berharap agar ke depan festival ini dapat terus disempurnakan dari segi teknis, koordinasi, dan format lomba, sehingga penyelenggaraannya semakin baik setiap tahunnya.

Festival Karawitan PKK dan Pelajar Ramaikan Hari Jadi Ponorogo ke-529 – Disbudparpora Ponorogo