Wisata religi di Desa Tegalsari memang telah menjadi tempat favorit bagi masyarakat Ponorogo dan sekitarnya. Keberadaan Masjid Tegalsari dan Makam Kyai Ageng Muhammad Besari menjadi jujugan bagi para wisatawan.
Pada momentum tertentu, seringkali terjadi kemacetan di jalan poros utama menuju Masjid Tegalsari. Menyikapi hal ini, maka dibangunlah jembatan gantung sebagai jalur alternatif menuju kawasan Masjid Tegalsari melalui Dukuh Setono.
Selain menjadi jalur alternatif, jembatan ini juga sebagai penghubung antara 2 Masjid bersejarah, yaitu Masjid Baiturrahman dan Masjid Tegalsari.
Masjid Baiturrohman merupakan tempat menimba ilmu Kiai Ageng Muhammad Besari kepada Kiai Donopuro, pendiri Masjid Baiturrohman. Sebelum Kiai Ageng Muhammad Besari mendirikan masjid dan Pesantren Gebang Tinatar Tegalsari.
Jembatan sepanjang 80 meter dengan lebar 2 meter ini dibangun oleh Kementrian PUPR RI dan diresmikan secara langsung oleh Bupati Ponorogo Kang Sugiri Sancoko & Anggota DPR RI Ali Mufthi pada Minggu, (19/05/2024).

Peresmian jembatan ini bertepatan dengan pelaksanaan Haul ke-277 Kyai Ageng Muhammad Besari sekaligus Haul Kyai Khotib Anom & Kyai Nur Shodiq Al-Hafidz.
Kang Bupati Sugiri menjelaskan bahwa keberadaan Wot Gandul Shirotol Mustaqim akan melengkapi sarana & prasarana pengembangan wisata religi Tegalsari.
“Kita rencanakan membangun terminal wisata di lahan pasar sapi yang kita relokasi. Jamaah bisa turun di sana, dan jalan kaki melewati jembatan. Kalau malam ini indah sekali dilengkapi dengan lampu-lampu. Di sekitarnya ada pedagang-pedagang seperti di Ampel Surabaya,” jelas Kang Bupati.