Impian Kabupaten Ponorogo untuk masuk dalam UNESCO Creative Cities Network (UCCN) atas Jaringan Kota Kreatif UNESCO telah didepan mata.

Setelah melewati berbagai tahapan dan persaingan yang sengit dengan kabupaten/kota dari penjuru Indonesia, jelang akhir tahun 2024 Kabupaten Ponorogo mendapatkan kado istimewa dengan dinyatakan lolos 2 besar dalam seleksi nominasi anggota jaringan kota kreatif UNESCO (UCCN) untuk tahun 2025.

“2023 kemaren kita mengusung reog di ICH UNESCO. Lalu di penghujung 2024 ini kita mendapatkan capaian berkelas dunia dengan ditetapkannya Ponorogo sebagai kota kreatif Indonesia dan saat ini sedang berproses untuk mewakili Indonesia untuk ditetapkan sebagai kota kreatif dunia jatingan UNESCO,” tutur Judha, Kamis (17/10/2024).

Ponorogo masuk usulan UCCN dari kategori craft and folk art (kerajinan dan kesenian rakyat), sedangkan Kota Malang masuk melalui kategori seni media.

“Ponorogo diumumkan sebagai nominasi yang diusung oleh Republik Indonesia melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif pada acara The Weekly Brief with Sandi Uno, Senin lalu,” Judha Slamet Sarwo Edi.

Judha mengaku bahwa pihaknya sangat optimis bahwa Ponorogo akan lolos UCCN karena selain memiliki potensi kerajinan & kesenian rakyat, Ponorogo juga memiliki potensi lain yang sangat mendukung, dari gastronomi, fashion, literasi, hingga media.

Menurut Judha, status sebagai anggota UNESCO Creative Cities Network akan memberikan banyak manfaat, terutama dalam mengembangkan ekonomi kreatif di Kabupaten Ponorogo.

Dengan bergabung dalam jejaring kota kreatif dunia, Ponorogo diharapkan dapat memasarkan produk-produk berbasis Reog ke pasar internasional. Termasuk di antaranya seni pertunjukan Reog yang menjadi ikon utama Ponorogo.

Bangga ! kabupaten Ponorogo Lolos Wakili Indonesia di UCCN – Disbudparpora Ponorogo