Busana Batik Ponorogo memang sangat potensial untuk dikembangkan karena memiliki ciri khas motif yang mengangkat budaya Ponorogo. Salah satunya motif Reog Ponorogo.
Potensi ini akhirnya dilirik oleh tujuh mahasiswa Fashion Design and Business (FDB) Universitas Ciputra (UC) yang mendesain busana batik Ponorogo agar lebih fashionable.
Terlibatnya akademisi dalam pengembangan ekonomi kreatif tentunya dapat berdampak positif terhadap upaya pemajuan Kabupaten Ponorogo.
Salah satu mahasiswa pembuat busana batik itu Muhammad Atho’illah mengatakan, hal yang paling menantang dalam project tersebut adalah peletakan motifnya.
“Cukup kompleks. Karena motif yang digunakan harus selaras dan saling mendukung item busana dalam satu koleksi,” jelasnya Kamis (20/02/2025).
Rekan Muhammad, Risna mengungkapkan, salah satu tantangan yaitu membuat desain batik agar terlihat lebih modern. Menurutnya itu tidak mudah karena motif dan corak batiknya sudah sangat kuat.
“Takutnya, desain bajunya jadi kurang tĂ©rlihat modern atau bahkan bisa terlihat berlebihan dan bertabrakan,” sambungnya.
Menurut Vivi Angelia King, mahasiswa yang juga ikut project tersebut menuturkan, salah satu cara untuk mem-buat desain batik lebih modern dengan mengkreasikan sisi siluet busananya.
“Kami menambahkan sedikit elemen desain asimetris,” ucapnya.
Sementara itu, Koordinator Mata Kuliah Specialized Fashion Product Design Yoanita Tahalele menam-bahkan, karya itu dibuat untuk mengenalkan batik Ponorogo dengan desain yang lebih modern dan fashionable. “Harapannya bisa dipakai pemerintah kabupaten Ponorogo untuk mempromosikan kekayaan budaya mereka,” jelasnya.
Selain menciptakan desain, kata Yoanita, mahasiswa itu juga telah melakukan tes pasar, baik secara online maupun offline. Hasilnya, banyak yang tertarik dengan desain tersebut.