Masyarakat Dukuh Sumberagung Desa/Kecamatan Balong melaksanakan kegiatan bersih dukuh dengan menggelar pertunjukan wayang kulit dengan lakon “Semar Mbangun Jiwo”, Sabtu (07/09/2024).
Lakon ini pada intinya berisikan 10 pitutur luhur dari Semar sebagai bekal setiap manusia dalam menjalanin kehidupan, diantaranya :
- ‘Ojo ngakur pinter yen durung biso goleki lupute awake dewe’, yang artinya jangan terburu-buru menyalahkan orang lain sebelum kita mengetahui kekurangan dan kesalahan diri kita.
- ‘Ojo ngaku unggul yen iseh seneng ngasorake wong liyo’, yang artinya jangan merasa unggul/lebih bila masih suka merendahkan orang lain.
- ‘Ojo ngaku suci yen durung biso manunggal karo gusti’, yang artinya jangan mengaku suci bila belum bisa menyatu dengan tuhan.
- ‘Urip iku urup’, yang artinya hidup itu merupakan nyala jiwa. Hidup itu hendaklah selalu memberikan manfaat bagi setiap manusia disekitar kita.
- ‘Memayu hayuning bawana, ambrasta dur hangkara’, yang artinya wajib hukumnya untuk berusaha memberikan keselamatan, kebahagiaan, dan kesejahteraan serta membuang jauh sifat angkara murka, serakah, dan tamak.
- ‘Sura dira jaya jayaningrat, leburing dening pangastuti’, yang artinya semua sifat picik, keras hati dan angkara murka, cuma bisa dikalahkan dengan sikap yang bijaksana, lembut hati dan sabar.
- ‘Ngluruk tanpa bala, menang tanpa ngasorake, sakti tanpa aji-aji, sugih tanpa bandha’, yang artinya berjuanglah tanpa membawa massa, menanglah tanpa harus merendahkan dan mempermalukan, berwibawa tanpa mengandalkan kekuasaan, kekuatan, kekayaan dan keturunan, kaya tanpa harus didasari hal-hal bersifat materi.
- ‘Datan serik lamu ketaman, datan susah lamun kelangan’, yang artinya jangan mudah sakit hati saat musibah dan hasutan menimpamu, dan jangan sedih jika kehilangan sesuatu.
- ‘Aja gumunan, aja getunan, aja kagetan, aja ngaleman’, yang artinya jangan mudah takjub, jangan mudah menyesal, jangan mudah terkejut dengan suatu hal, dan jangan manja dengan kondisi.
- ‘Aja ketungkul marang kalungguhan, kadonyan, lan kemareman’, yang artinya jangan pernah terobsesi dengan kedudukan materi dan kepuasan yang bersifat duniawi.