Buka Audisi Sinden Idol, Bupati Sugiri Ajak UNNES Jadi Mitra Pelestarian Budaya

Bupati Ponorogo, Kang Sugiri Sancoko, secara resmi membuka Audisi Sinden Idol 2025 #5 yang diselenggarakan oleh Universitas Negeri Semarang (UNNES) di Pendopo Agung Kabupaten Ponorogo, Sabtu (10/05/2025).
Kegiatan ini diikuti oleh 16 peserta dari kawasan Mataraman, mulai dari Pacitan, Ngawi, Madiun, Magetan, Trenggalek, Ponorogo, dan sekitarnya. Peserta yang lolos akan masuk grand final di Kampus UNNES Semarang.
Dalam sambutannya, Bupati Sugiri menyampaikan harapan agar ajang ini menjadi pintu gerbang kerja sama strategis antara Pemerintah Kabupaten Ponorogo dan UNNES. Ia bahkan telah menyampaikan keinginan agar UNNES memberi ruang lebih besar bagi mahasiswa berlatar belakang seni, khususnya dari wilayah Ponorogo.
“Bapak-bapak, ibu-ibu, ini mudah-mudahan kegiatan ini menjadi gerbang masuk kerja sama yang elok antara Ponorogo dengan UNNES. Saya sudah bisik-bisik ke Pak Giyanto supaya UNNES dapat menerima mahasiswa sebanyak-banyaknya, terutama yang seniman,” ujarnya.
Lebih lanjut, Sugiri mengungkapkan keinginannya agar UNNES menjadi kampus konservasi budaya Reog Ponorogo, yang saat ini telah ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda oleh UNESCO. “Saya ingin UNNES juga menjadi kampus konservasi Reog Ponorogo. Nanti kita kerja sama komplit setelah ini,” katanya.
Audisi Sinden Idol kali ini menjadi yang kelima setelah terakhir diselenggarakan pada 2018, sebelum vakum akibat pandemi COVID-19. Sugiri mengapresiasi kembalinya ajang ini sebagai bagian dari upaya pelestarian budaya lokal yang adiluhung.
“Jika bukan panjenengan yang nguri-uri, jika bukan kita bersama yang ‘open’ (peduli), budaya lokal akan didera oleh perkembangan zaman yang belum tentu jelas arahnya. Maka kita harus bergandengan erat menjaga kearifan lokal yang luar biasa ini,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf karena belum bisa memberikan fasilitas maksimal untuk penyelenggaraan tahun ini, mengingat informasi kegiatan baru diterima dalam waktu yang sangat singkat. Namun ia berkomitmen agar penyelenggaraan tahun depan dapat digelar lebih besar dan terpusat di Ponorogo.
“Tahun depan harus digedekan lagi. Kalau bisa dipusatkan di Ponorogo, saya akan sambut dengan hangat,” pungkasnya.
Sementara itu, Sugiyanto, S.Sn., M.Sn., perwakilan UNNES dan panitia penyelenggara, mengaku tak menyangka antusiasme dan kualitas penyelenggaraan audisi di Ponorogo akan semegah ini.
“Di luar ekspektasi saya, ternyata pelaksanaan di Ponorogo bisa semegah ini. Saya jadi malu, kami panitia jadi malu kalau nanti grand final-nya di UNNES tidak bisa melebihi yang di Ponorogo,” ujarnya, disambut tepuk tangan hadirin.
Sugiyanto bahkan sempat menyampaikan keinginannya agar ke depan grand final Sinden Idol bisa digelar langsung di Ponorogo. “Saya sempat berpikir, mungkin suatu saat nanti. Entah di Sinden Idol yang ke berapa, grand final-nya bisa dilaksanakan di Ponorogo, dan dengan skala yang lebih besar,” lanjutnya.