Bupati Sugiri Hidupkan Kembali Ketoprak Dahono Wengker Jelang Hari Jadi Ponorogo ke-529

Menjelang peringatan Hari Jadi Kabupaten Ponorogo ke-529, Bupati Sugiri Sancoko memimpin langsung rapat koordinasi di Ruang Bantarangin pada Senin (28/7/2025), membahas persiapan pementasan Ketoprak Dahono Wengker Reborn.
Ketoprak Dahono Wengker merupakan kelompok ketoprak legendaris yang dahulu selalu tampil usai penutupan Grebeg Suro dan menjadi hiburan rakyat yang dinanti-nanti. Kini, berdasarkan kenangan masa lalu yang masih membekas, Kang Sugiri berinisiatif menghidupkan kembali pertunjukan tersebut dalam momentum istimewa Hari Jadi Kabupaten Ponorogo ke-529.
Pementasan akan digelar pada 7 Agustus 2025 di panggung utama Aloon-Aloon Ponorogo, menampilkan lakon Damarwulan Ngarit yang disutradarai langsung oleh Bupati Sugiri Sancoko. Pertunjukan ini akan melibatkan seniman lintas generasi, mulai dari kawula muda hingga para pelaku seni senior Ponorogo.
“Saya masih ingat ketika usai Grebeg Suro selalu ada Ketoprak Dahono Wengker. PR kita sekarang adalah menghidupkan kembali ketoprak yang mulai meredup, tetapi tetap kita sajikan dengan pendekatan yang bisa diterima generasi muda,” ujar Bupati Sugiri.
Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kabupaten Ponorogo, Judha Slamet Sarwo Edi, menyampaikan bahwa pihaknya segera berkoordinasi dengan para seniman, pelajar, dan komunitas budaya di Ponorogo agar terlibat dalam pementasan ini.

“Dari arahan Kang Bupati, jelas bahwa beliau ingin ketoprak ini dikemas secara segar agar bisa menjangkau anak-anak muda. Penokohan, sejarah cerita, hingga teknis pementasan akan segera dirumuskan bersama,” ungkap Judha.
Sebagai daerah yang sempat viral di media sosial dengan julukan “Jatim Premium”, Ponorogo terus membuktikan diri sebagai wilayah yang konsisten menjunjung tinggi nilai-nilai budaya adiluhung. Warisan tradisi bukan hanya dirawat, tetapi juga dikembangkan agar tetap hidup di tengah arus modernisasi.
Melalui Dahono Wengker Reborn, Kabupaten Ponorogo tak hanya merayakan hari jadinya, tetapi juga memperkuat identitas budaya, memperluas partisipasi lintas generasi dalam seni pertunjukan, serta mewariskan kebanggaan lokal kepada generasi penerus.