Pemerintah Desa Klepu beserta warga masyarakat berkomitmen menjadikan Desa Klepu sebagai Desa Wisata dengan keindahan alam dan kearifan budaya lokal, serta keberagaman dan toleransi antar umat beragama untuk Pariwisata Indonesia.
Setelah mendapat pendampingan selama 3 bulan dari Desa Wisata Insitute Yogyakarta, Desa Wisata Klepu Jayandaru melakukan tes tour pada Sabtu-Minggu, (9-10/09/2023). Hal ini menunjukkan kesiapan Desa Klepu Jayandaru mengajak wisatawan berlibur dengan sensasi yang berkesan.
Pengalaman berbeda akan diperoleh wisatawan ketika berkunjung di Desa Wisata Klepu Jayandaru. Tidak hanya menikmati keindahan pegunungan dan suasana pedesaan, namun paket wisata yang ditawarkan akan membawa wisatawan melebur bersama warga setempat serta berproses menuju turunnya wahyu.

Hal itu diungkapkan Kepala Desa Klepu, Andreas Gimin selaku nahkoda utama Desa Wisata Klepu Jayandaru kepada jurnalis media disbudparpora.
“Siapapun yang datang ke sini, nanti tidak hanya menemukan kebahagiaan dan menikmati keindahan alam saja, tetapi ketika mengikuti paket yang ada di Klepu Jayandaru sebagai perjalanan memperoleh wahyu”, ujar Gimin.
Ia menambahkan bahwa, Perjalanan memperoleh wahyu ini harus melalui proses, yakni paket wisata “sambang ndeso” yang sudah disiapkan pengelola Desa Wisata Klepu Jayandaru dan akan berakhir di “Sasana Hasta Brata”, Hasta artinya delapan dan Brata yaitu perilaku atau tindakan pengendalian diri.
“Proses kontenplasi nanti berakhir di Sasana Hasta Brata, Harapannya wisatawan akan memperoleh 8 sifat pengendalian diri ketentraman jiwa. inilah yang disebut wahyu. Jika pulang dari Klepu belum mendapat wahyu maka proses itu harus di ulang lagi dari awal sampai memperoleh wahyu”, tambahnya.

Sementara itu, Oki Widyanarko Kepala Bidang Destinasi dan Industri Pariwisata Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kabupaten Ponorogo mengapresiasi dan mendukung untuk kemajuan Desa Wisata di Desa Klepu, Kecamatan Sooko, Kabuaten Ponorogo.
“Luar biasa dengan launchingnya Desa Wisata Klepu Jayandaru ini bisa menjadi pelopor Desa wisata yang ada di Ponorogo,” pungkas Oky.
Hal ini selaras dengan upaya Pemerintah Kabupaten Ponorogo untuk mewujudkan Kabupaten Ponorogo sebagai kota wisata yang berbudaya dan religius.