Grebeg Suro 2025 Jadi Etalase Ekonomi Kreatif, Pameran Bonsai Sokong Bumi Reog Menuju UCCN

Perayaan Grebeg Suro 2025 kembali menjadi momentum penting untuk menampilkan kekayaan budaya dan geliat ekonomi kreatif di Kabupaten Ponorogo. Salah satu agenda yang menarik perhatian publik adalah pameran bonsai yang secara resmi dibuka oleh Bupati Ponorogo Kang Sugiri Sancoko pada Jum’at (20/6/2025).
Kegiatan ini digelar di dua lokasi sekaligus. Di halaman Pendopo Kabupaten Ponorogo, pameran diselenggarakan oleh Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) Ponorogo dan berlangsung pada 18–24 Juni 2025. Sementara itu, Samandiman Bonsai Club Ponorogo juga turut serta dengan menggelar pameran serupa di kawasan Taman Patung Songgolangit pada 18–22 Juni 2025.
Dalam sambutannya, Bupati Sugiri menyampaikan bahwa kiprah para penggemar bonsai di Ponorogo merupakan contoh nyata kontribusi masyarakat dalam mengembangkan sektor ekonomi kreatif. Menurutnya, seni bonsai bukan hanya hobi, tetapi telah menjadi medium kreatif yang berdampak langsung pada perputaran ekonomi.
“Saya bangga dengan semangat para pegiat bonsai. Ini bagian dari wajah baru Ponorogo yang kreatif, yang menjadikan budaya sebagai daya dorong ekonomi,” ujarnya.
Kang Giri menambahkan, aktivitas komunitas seperti ini sangat relevan dengan arah pembangunan Kabupaten Ponorogo yang tengah mengajukan diri menjadi bagian dari UNESCO Creative Cities Network (UCCN)—jaringan kota-kota kreatif dunia yang menekankan peran seni, budaya, dan inovasi dalam pembangunan berkelanjutan.
“Ketika komunitas terus berkarya dan menghidupkan ruang-ruang kreatif, ini adalah sinyal kuat bahwa Ponorogo layak diakui sebagai kota kreatif dunia. Kita harus jaga semangat ini,” tegasnya.

Pameran bonsai ini menampilkan ratusan karya seni tanaman bonsai dengan ragam bentuk dan usia, hasil kreasi para seniman bonsai lokal dan regional. Tidak hanya menjadi ruang apresiasi, pameran ini juga menjadi ruang transaksi dan promosi yang mampu menggerakkan ekonomi masyarakat.
Selain itu, selama pameran berlangsung, pengunjung juga bisa mengikuti edukasi perawatan bonsai, diskusi antarpecinta bonsai, hingga forum jual-beli yang memberi peluang bagi pelaku UMKM dan seniman lokal untuk berkembang.
Melalui agenda seperti ini, Grebeg Suro tak hanya menjadi perayaan budaya, tetapi juga panggung kreatifitas warga. Ponorogo membuktikan bahwa warisan tradisi dapat berjalan beriringan dengan ekonomi kreatif, menguatkan identitas sekaligus mendorong pertumbuhan menuju pengakuan global.