Rekam Jejak “Jagong Kultur” merupakan acara yang diselenggarakan dalam rangka memperingati ulang tahun Masyarakat Seni Solah Wetan Ponorogo yang ke 16.

Pada tahun 2025 ini, acara Jagong Kultur diadakan pada tanggal 26–28 Januari di Panggung Seni Ndaru Seto Jetis. Acara ini dimeriahkan dengan berbagai pertunjukan, di antaranya: Reyog obyog, pertunjukan tari, konser musik, teater , kesenian jaranan, wayang kulit dalang remaja oleh Ki Dalang Fatih Assegaf dan ditutup dengan ruwatan masal bersama Ki Sugito.

Kang Bupati Sugiri Sancoko yang hadir pada malam penutupan tak dapat menyembunyikan kebanggaannya terhadap Komunitas Masyarakat Seni Solah Wetan yang terus berkontribusi untuk menjaga denyut nadi budaya di Ponorogo.

“Mudah-mudahan Solah Wetan tetap langgeng, dan saya support full kepada Solah Wetan,” ujarnya.

Bupati Sugiri menambahkan bahwa Solah Wetan merupakan satu entitas penting dalam ekosistem pariwisata yang saat ini sedang dibangun oleh Pemerintah Kabupaten Ponorogo.

“Tugas kita adalah memastikan akselerasi budaya dan seni terus berkembang, tidak hanya Reog, tetapi juga kesenian lainnya apapun itu. Kami menempatkan Ponorogo sebagai kota wisata,” tambahnya.

Seiring dengan ditetapkannya Reog Ponorogo sebagai Warisan Bunda Tak Benda UNESCO dan Ponorogo masuk komunitas jaringan kota kreatif UNESCO, Kang Giri berharap Komunitas Masyarakat Seni Solah Wetan terus menjalin komunikasi dengan Pemerintah Daerah agar pihaknya bisa ikut cawe-cawe dalam perkembangan komunitas ini.

“Tugas kita kedepan adalah terus melakukan koordinasi. Mulai hari ini masuk kalender event Kabupaten Ponorogo,” ucapnya.

Hadiri Jagong Kultur Solah Wetan, Kang Giri : Mari Berkolaborasi – Disbudparpora Ponorogo