Dawet Jabung merupakan satu diantara sekian banyak kuliner legendaris yang ada di Kabupaten Ponorogo. Citarasa Dawet jabung telah menjadi primadona untuk melepas dahaga.
Dawet Jabung menjadi bagian dari sejarah panjang perjalanan Kabupaten Ponorogo. Dawet Jabung tak hanya sekedar kuliner, namun juga memiliki sejarah & filosofi yang sangat mendalam.
Berkaca pada hal tersebut, maka Pemerintah Desa Jabung bersama tim PKK Ormawa Universitas Muhammadiyah Ponorogo berinisiatif untuk membuat eduwisata Museum Dawet Jabung di Jalan Majapahit (timur perempatan Jabung).
Museum Dawet Jabung ini diresmikan langsung oleh Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko.
Kang Bupati Sugiri berharap dengan hadirnya museum ini mampu meningkatkan “nilai” sekaligus daya tarik dawet jabung.
“Kalau Jabung sudah menjadi andalan wisata, kalau semakin banyak kunjungan saya yakin akan ada ekonomi yang luar biasa,” terangnya.
Sementara itu Rektor Universitas Muhammadiyah Ponorogo, Ridho Kurnianto menjelaskan bahwa keberadaan Museum Dawet Jabung bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat terkait dengan dawet jabung. Mulai dari sejarah, bahan baku pembuatan, alat-alat khas yang digunakan di setiap masa, informasi lokasi penjual, dan lain sebagainya.
“Dari aspek pengetahuan lewat museum dawet jabung, bagaimana sejarah dan perkembangannya. Bahan bahan baku dan cara membuatnya, cara menyajikan, sampai alat-alat yang dilegendakan,” ujarnya.