Jathil Ponorogo & Semangat Nasionalisme di Malam Budaya Ecole de Guerre, Paris

Indonesia kembali menunjukkan kekayaan budaya dan semangat nasionalismenya di kancah internasional melalui partisipasi dalam Malam Budaya yang diselenggarakan oleh Ecole de Guerre, sekolah militer bergengsi di Paris, Kamis (08/05/2025) waktu setempat.
Acara ini menghadirkan perwira siswa dari berbagai negara, termasuk empat perwakilan dari Indonesia yang tengah menempuh pendidikan militer di sana.
Dalam kesempatan tersebut, Indonesia hadir dengan stan budaya serta pertunjukan seni tradisional yang mencuri perhatian. KBRI Paris, bekerja sama dengan Atase Pertahanan serta bagian Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) dan Penerangan Sosial dan Budaya (Pensosbud), menggandeng kelompok seni Khatulistiwa untuk menampilkan tarian Jathil, bagian dari kesenian Reog Ponorogo.
Tarian ini bukan sekadar pertunjukan budaya, melainkan juga sebuah simbol nasionalisme. Jathilan menggambarkan ketangguhan dan keberanian para prajurit berkuda citra kepahlawanan yang mencerminkan semangat perjuangan dan pengorbanan demi bangsa.
Dalam versi garapan yang dibawakan, ditambahkan garap musik “Indonesia Pusaka” menggunakan gamelan reog, lagu patriotik yang memperkuat kesan cinta tanah air dan kebanggaan akan identitas nasional.
“Kami menyajikan garap tari jathil dan diakhiri dengan lagu Indonesia Pusaka yang dimainkan dengan gamelan Reog Ponorogo,” ungkap Ary Widya, koreografer grub Khatulistiwa.
Tiga Perwira Siswa (Pasis) TNI Angkatan ke-32 Tahun Akademik 2024/2025, yakni Mayor Arm Muriadi, Mayor Laut (P) Brama Setya Indramawan, dan Mayor Pnb Fahmi Aldila Firdaus, menjadi penggerak utama keikutsertaan Indonesia. Bersama Marsma TNI Anang Surdwiyono selaku Atase Pertahanan RI di Paris, mereka memainkan peran penting dalam persiapan dan pelaksanaan kegiatan ini.
“Stan Indonesia menjadi magnet bagi sekitar 1.400 tamu undangan yang hadir,” tambah ary dengan bangga.
Hal ini membuktikan bahwa budaya Nusantara tidak hanya mampu memikat secara estetis, tetapi juga membawa pesan kuat tentang jati diri dan semangat kebangsaan. Melalui diplomasi budaya seperti ini, Indonesia terus memperkuat posisi dan citranya di mata dunia.