Jum’at, 24/05/24. Pemerintah Kabupaten Ponorogo menyambut segenap Pegawai Daerah Batu Pahat Malaysia di Gedung Bupati Kecamatan Ponorogo pada pukul 11.00 WIB.
Acara diawali dengan Penyambutan oleh pihak pemerintah Kabupaten Ponorogo, diantaranya Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Ponorogo Bapak Bambang Suhendro selaku Wakil Bupati Ponorogo, Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (DISBUDPARPORA) Bapak Judha Slamet Sarwo Edhie beserta juga jajaran Pegawai dan Pejabat Bupati Ponorogo dengan diiringi kesenian Tari Reog Ponorogo.
Kemudian rombongan diarahkan untuk melaksanakan Sholat Jum’at di Masjid Agung Ponorogo yang terletak di Jl. Alun-alun Barat Kabupaten Ponorogo. Setelah itu mereka diajak ke BangunanTugu Besar atau Monumen Reog Ponorogo yang berada di Kecamatan Sampung. Seusai melihat bangunan tersebut mereka diarahkan ke Pusat Kebudayaan dan Kesenian Ponorogo untuk mengadakan pertemuan. Pertemuan ini dimulai dengan sambutan oleh Bapak H. Jalur Bin H. Jadani selaku Pegawai Daerah Batu Pahat Malaysia, dilanjutkan Bapak Bambang Suhendro selaku Asisten Bupati Ponorogo dan diakhiri oleh Judha Slamet Sarwo Edhie selaku Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (DISBUDPARPORA) Kabupaten Ponorogo
“Awalnye saye mengambil kesempatan penghargaan khusus untuk Bapak Bupati pada hari ini yang telah menyambut rombongan kami walaupun tidak dapat hadir pada hari ini. Kami dari rombongan Batu Pahat ucapkan sedikit penghargaan kesadiat di atas kesudian yang telah menyambut kami kepada daerah Batu Pahat terkhusus rombongan kami” Ujar Bapak H. Jalur Bin H. Jadani Pegawai Daerah Batu Pahat Malaysia.

“Hubungan ini untuk melihat sendiri kebudayaan Reog di Ponorogo, tadi ade cerite sebalik rombongan kite untuk melihat Reog di Ponorogo ini untuk maklumat semua Asisten Kesejahteraan Rakyat bahwa di Negri Johor pada tahun 2026 akan mengadakan tahun Lawat, begitu juga tahun Lawat Malaysia. Jadi karananya arahan dari Kerajaan untuk memulaikan kite menggarap dan melihat beberapa produk pelancongan kita boleh bertekadkan dari segi kemudahan, jadi apabila saya melihat ada potensi yang begitu besar di daerah Batu pahat ini yaitu Kebudayaan Lawat yang nampak potensi yang amat sangat besar” Lanjutnya.
“Di Pelabuhan Batu Pahat ini banyak barter produk-produk Indonesia yang paling banyak penghantar Kelapa Biji, melalui Batu Pahat dan pasarannya sangan luas, kekurangan Kelapa Biji disenanjung. Kelapa Biji melalui pelabuhan Batu Pahat boleh diantar ke Lantan sesuai permintaan, saya melihat betapa pentingnya Batu Pahat ini terhadap perkembangan ekonomi. Rombongan kami 9 dari 100 keturunan orang Jawa termasuk diri saya sendiri, saya merasa bertuah pada masa lalu diberitahu keturunan kita ini berasal dari Ponorogo. Mbah saya itu memang berasal dari Ponorogo pergi ke Batu Pahat. Pada akhirnya saya sangat bangga bisa berada di tanah ini, boleh dikatakan tanah tumpah nenek moyang saya, kebetulan pula lahir Bapak saye tahun 1924 tapi dia dilahirkan di Batu Pahat walaupun Mbah saya itu kawin di Ponorogo. Setelah 100 tahun kelahiran Bapak saya, saya telah berada disini, saya sangat bangga walaupun usia yang agak lanjut. Saya tetap bersyukur pada hari ini bisa menginjakkan di tanah Ponorogo, mudah-mudahan bukan kali terakhir” Puncaknya.
Tujuan adanya lawatan rasmi ini guna memperkenalkan kebudayaan Tari Reog Ponorogo kepada segenap Pegawai Daerah Batu Pahat Malaysia. Karena Reog mempunyai nilai-nilai pemersatu, toleransi, kerukunan, kegotong royongan. Reog didaftarkan di UNESCO sebagai warisan budaya yang lahirnya di Ponorogo dan juga Reog warisan milik dunia, tidak ada lagi klaim-klaim negara lain, hanya saja bagaimana cara melestarikannya agar tidak punah.
Maka dari itu, Reog merupakan tonggak dan siung peradaban Ponorogo, Monumen Reog yang berada di Kecamatan Sampung ini adalah sebagai bukti warisan tak berbenda yang setinggi 126 M dan juga sebagai kawasan wisata Ponorogo.
Pertemuan ini berakhir pada pukul 16.00 WIB dan rombongan Pegawai Daerah Batu Pahat langsung menuju hotel di daerah Surabaya.