Jl. Pramuka No. 19A
(0352) 486012

Kakang Senduk Ajak Siswa-Siswi SMAN 1 Sambit Bantu Promosikan Pariwisata Ponorogo

Kakang Senduk Ajak Siswa-Siswi SMAN 1 Sambit Bantu Promosikan Pariwisata Ponorogo

Sambit – Lebih dari dua ratusan siswa-siswi SMAN 1 Sambit, Ponorogo, berkumpul di ruang pertemuan sekolah saat roadshow Kakang Senduk Goes to School edisi ketiga tahun 2018 ini. Para siswa tampak begitu antusias bertemu dan mengikuti acara yang diselenggarakan oleh Paguyuban Kakang Senduk Ponorogo pada Selasa pagi (2/10). Sejumlah guru pun tak ketinggalan ikut mengikuti acara yang telah dilakukan Paguyuban Kakang Senduk Ponorogo sejak tahun 2017 lalu tersebut. Para Kakang dan Senduk hadir dengan mengenakan baju batik dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional yang diperingati setiap tanggal 2 Oktober.

Pihak sekolah menyambut baik kedatangan Paguyuban Kakang Senduk dalam acara roadshow tersebut. Wakil Kepala Sekolah Kesiswaan SMAN 1 Sambit, Sugiman, mengatakan bahwa acara Kakang Senduk Goes to School kemarin merupakan kesempatan langka bagi para siswa SMAN 1 Sambit. “Karena pendidikan itu tidak hanya yang ada di dalam kelas, tapi juga melalui acara-acara inspiratif seperti ini. Saya harap adik-adik bisa menyerap banyak ilmu dan inspirasi baru dari para Kakang dan Senduk yang hari ini (kemarin, red) hadir di sekolah kita”, tegas Sugiman dalam sambutannya memulai acara.

Kakang Ponorogo tahun 2007, Agung Wahyu Waskitho (berkacamata), menjadi bintang tamu di Kakang Senduk Goes to School SMAN 1 Sambit, Selasa (2/10).

Acara roadshow Kakang Senduk di SMAN 1 Sambit menjadi semakin menarik karena mendatangkan bintang tamu Kakang Ponorogo tahun 2007 yang juga merupakan alumni SMAN 1 Sambit, yaitu Kakang Agung Wahyu Waskitho. Kang Agung, begitu ia akrab disapa, juga merupakan pemenang Wakil 2 Raka Jawa Timur tahun 2008 dan kini berkarir sebagai flight attendant di salah satu maskapai penerbangan terkemuka di Indonesia. Paguyuban Kakang Senduk Ponorogo sengaja mendatangkan seorang kakang yang juga alumni sekolah tersebut agar dapat lebih memberikan motivasi kepada para siswa untuk terus bersemangat mengembangkan diri.

“Dalam meraih kesuksesan itu kita butuh melewati berbagai kegagalan. Seperti saya, untuk berhasil menjadi juara Kakang Ponorogo saat itu (tahun 2007) harus gagal di dua kali kesempatan sebelumnya. Tapi saya pantang menyerah. Bukan ambisius, ya, tapi memang untuk mewujudkan cita-cita kita butuh semangat pantang menyerah”, kisah Agung Waskitho di depan para siswa.

Saat ditanya soal pendapatnya mengenai pariwisata Ponorogo saat ini, Agung Waskitho berpendapat bahwa dari pengalamannya berkeliling Indonesia selama berkarir, ia mengetahui bahwa potensi wisata Ponorogo tak kalah menarik bahkan sebagiannya lebih baik dibanding daerah-daerah lain. Ia menyebut Telaga Ngebel sebagai danau alami dengan ukuran yang cukup besar dan luas serta menawarkan pemandangan alam yang indah harusnya mampu menjadi ikon pariwisata Ponorogo. Selain infrastruktur yang perlu terus diperbaiki, ekspos tentang potensi wisata Ponorogo masih kalah dibanding daerah lain. Untuk itu ia pun mengajak para siswa, sebagai pemuda-pemudi Ponorogo, agar dapat membantu mempromosikan pariwisata Ponorogo.

Antusiasme para siswi saat mengikuti talkshow bersama Kakang Ponorogo 2007, yang juga merupakan alumni SMAN 1 Sambit.

“Untuk mempromosikan pariwisata Ponorogo itu tidak harus menunggu jadi (duta wisata) Kakang Senduk dulu, ya. Sekarang ini, karena kalian sudah punya gadget, punya akses ke dunia maya, maka gunakan itu untuk juga membagikan hal-hal menarik tentang Ponorogo,” ucap Agung Waskitho.

Acara Kakang Senduk Goes to School merupakan kegiatan roadshow yang telah dilakukan sejak tahun 2017 lalu dan telah mengunjungi sebanyak tujuh sekolah dan kampus perguruan tinggi. Melalui acara tersebut, Paguyuban Kakang Senduk Ponorogo ingin lebih mendekatkan diri dengan masyarakat, khususnya kepada sesama generasi muda. Selain itu, Kakang Senduk Goes to School diharapkan juga dapat menjadi sarana bagi Kakang Senduk untuk menyebarkan semangat sadar wisata di kalangan masyarakat Ponorogo pada umumnya. – NM

Share This: