Ponorogo sisi tenggara, tepatnya di Desa Tumpuk Kecamatan Sawoo memiliki bebatuan yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan batu akik. Hal ini membuktikan bahwa bentang alam Kabupaten Ponorogo yang indah nan beragam ternyata menyimpan potensi alam yang sangat kaya.

Kerajinan batu akik yang sempat booming pada 10 tahun yang lalu, ternyata juga masih eksis bertahan di desa ini. Hariyanto, perajin batu akik asli Desa Tumpuk mengaku bahwa bahan baku batu akik di kawasan Sawoo memang sangat melimpah & berkualitas, khususnya bahan baku batu bergambar.

“Saya menekuni kerajinan batu akik ini sejak tahun 2015’an. Kalau dulu saya mengerjakan beragam jenis batu, kalau sekarang lebih fokus dalam pembuatan batu bergambar,” ungkapnya pada Selasa (21/01/2025).

Berbagai batu bermotif unik telah ditemukan oleh Heri. Hal ini membuat dirinya tetap bertahan menekuni kerajinan ini.

“Mulai dari batu bergambar wayang, angka, huruf, lafadz, tumbuhan, bangunan hingga sosok atau figur,” katanya.

Lelaki paruh baya ini menjelaskan bahwa untuk mendapatkan gambar-gambar tersebut memang dibutuhkan tingkat imajinasi yang tinggi. Semakin mirip motif yang ditemukan, maka harga yang dibandrol juga semakin tinggi.

“Awalnya kita cari di sungai, lalu kita pilih & kita belah. Setelah itu kita cari potongan batu yang berpotensi memiliki gambar-gambar alami. Harga batu bergambar ini mulai 500 ribu hingga jutaan. Tergantung tingkat kemiripan,” jelasnya.

Kolektor-kolektor dari penjuru Indonesia telah mengoleksi hasil karya Heri ini. Bahkan ia juga telah berulangkali bertransaksi dengan kolektor-kolektor dari mancanegara.

“Alhamdulillah melalui media sosial dapat merambah ke pasar internasional,” pungkasnya.

Kerajinan Batu Akik Bergambar Dari Sawoo yang Mendunia – Disbudparpora Ponorogo