Predikat Ponorogo sebagai Kabupaten/Kota Kreatif tak hanya isapan jempol belaka. Kini giliran Polres Ponorogo menunjukkan kreativitasnya. 500-an knalpot brong hasil razia, berhasil disulap menjadi monumen berbentuk reog di simpang empat Mlilir.
Monumen ini diresmikan secara langsung oleh Kapolres Ponorogo AKBP Anton Prasetyo dan Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko, Senin (13/01/2025).
Monumen “Zero Knalpot Brong” ini menjadi karya terakhir AKBP Anton Prasetyo sebagai Kapolres Ponorogo karena pihaknya akan segera berpindah tugas ke tempat yang baru.
“Alhamdulillah pada siang hari ini & berakhirnya masa tugas kami selaku Kapolres Ponorogo, ditutup dengan peresmian monumen zero knalpot brong,” ungkap Anton.
Kapolres Ponorogo mengatakan bahwa monumen ini menjadi penanda bahwa Ponorogo telah terbebas dari suara bising knalpot brong.
“Kami tempatkan di pintu masuk Mlilir di persimpangan 4 Mlilir, agar semua mata memandang dan yang datang paham bahwa ponorogo tidak ada lagi knalpot brong,” katanya.
Sementara itu Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko mengaku bangga atas kreativitas yang dilakukan oleh jajaran Polres Ponorogo.
“Ini bukan pekerjaan yang sederhana. Ini pekerjaan besar yang ditinggalkan oleh Kapolres kita. Sebuah semiotika seni instalasi. Maka kemudian knalpot yang dulu menjadi beban menjadi limbah hari ini selesai di tangan Pak Anton,” ucapnya.
Bupati menambahkan bahwa karya seni instalasi dari knalpot brong ini akan menjadi titik balik peradaban Kabupaten Ponorogo yang semakin kreatif & inovatif.
“Keren bos, ketika dari Mlilir masuk ke Ponorogo akan disambut dengan monumen zero knalpot brong. Maka tidak hanya knalpot & monumen saja, tapi peradaban yang dahsyat,” tambahnya.
Bupati Sugiri juga berjanji bahwa pihaknya pada periode kedua ini akan menyelesaikan pembangunan sirkuit yang telah digadang-gadang oleh kawula muda Ponorogo.
“Anak-anak muda tetap harus berkiprah di hobinya otomotif, tetapi harus mendapatkan tempat yang layak untuk berlatih & bertanding. Maka sirkuit akan segera kami selesaikan secara arif & bijaksana,” pungkasnya.