Mothik merupakan salah satu senjata Khas Kabupaten Ponorogo. Hal ini tak hanya klaim belaka, melainkan telah melewati tahap penggalian bukti sejarah & juga bukti pendukung lainnya.
Guna menegaskan hal ini, maka Pangreksa Mothik Ponorogo (Pramono) menggelar Pameran Mothik Ponorogo selama satu hari dengan tema “Mbedhah Pusaka Ajining Dhiri Dlondonge Wong Ponorogo” di Waroeng Kopi Wakoka Jalan Menur Kelurahan Ronowijayan, Minggu (16/02/2025).
Ketua Pramono Tjatur Prihandoko, S.H, M.Si menjelaskan bahwa pameran Mothik Ponorogo ini merupakan salah satu upaya sosialisasi kepada masyarakat agar kembali mengingat bahwa Kabupaten Ponorogo mempunyai sebuah senjata khas bernama Mothik.
“Mungkin setelah pulang dari sini, panjenengan akan sedikit banyak mensosialisasikan adanya mothik yang notabene adalah senjata khas warok Ponorogo,” jelas Tjatur.
Tjatur juga berharap bahwa dengan adanya pameran perdana Mothik Ponorogo ini akan memberikan warna baru dalam khasanah budaya Ponorogo sehingga kedepan Mothik dapat dimasukkan menjadi bagian dari Museum Peradaban yang sedang dibangun di Sampung.
“Mungkin kita akan mengisi bahwa mothik itu bukan hanya sebatas peninggalan tapi mothik itu menjadikan sebuah pendidikan, kebudayaan & ekonomi yang akan mewarnai masyarakat Ponorogo,” harapnya.
Sementara itu Wakil Ketua Pramono Muhammad Hamka Arifin menambahkan bahwa pendalaman mengenai Mothik Ponorogo ini telah melewati beberapa penelitian, mulai dari naskah hingga cerita tutur dari para pelaku sejarah.
“Jadi model ini adalah pedang pendek khas dari Warok Ponorogo. Terdapat di beberapa tulisan baik cerita rakyat maupun catatan-catatan sejarah yang ada. Misalkan dicerita rakyat Suromenggolo Ponorogo atau dalam catatan sejarah itu di Babad Kondowahono juga disebutkan dalam majalah Vista,” tambahnya.
Arifin juga menjelaskan terkait beberapa ciri khas yang dimiliki oleh Mothik Ponorogo. Diantaranya, “bilah & juga handle-nya memiliki ciri-ciri khas tertentu. Panjangnya kurang lebih 2 jengkal tiga jari kemudian handle-nya menekuk ke dalam ada semacam pin atau pantek kalau dalam bahasa Jawa,”.
Pegiat Mothik yang juga seorang admin media sosial ini berharap agar kedepan para pihak terkait dapat berkolaborasi untuk meneguhkan bahwa Mothik memang benar-benar senjata khas dari Kabupaten Ponorogo.
“Kami berharap agar pihak-pihak yang terkait ya ikut bekerja sama. Ya kami istilahnya tidak bisa sendiri, bagaimana ini bisa didaftarkan menjadi warisan budaya tak benda dari Kabupaten Ponorogo,” pungkasnya.