Ponorogo Resmi Luncurkan Logo Hari Jadi ke-529 “Kidung Aruna Kinanthi” Jadi Simbol Harapan Baru

Pemerintah Kabupaten Ponorogo secara resmi meluncurkan logo Hari Jadi ke-529 dalam sebuah acara yang digelar di Pendopo Agung Kabupaten Ponorogo, Jumat (1/8/2025). Peluncuran ini menjadi penanda dimulainya rangkaian peringatan Hari Jadi Ponorogo yang jatuh pada 11 Agustus 2025.
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko, Ketua DPRD, Sekda, jajaran OPD, tokoh budaya, awak media, dan pegiat media sosial. Peluncuran logo juga dibarengi dengan pemaparan filosofi tema Hari Jadi tahun ini: “Kidung Aruna Kinanthi.”
Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disbudparpora), Judha Slamet Sarwo Edi, menyampaikan bahwa logo ini merupakan hasil kerja kolektif lintas sektor yang mencerminkan semangat kebersamaan masyarakat Ponorogo.
“Kabupaten Ponorogo sudah menginjak usia ke-529. Tentunya, Ponorogo ini dikenal sebagai kota budaya, kota religi, dan kota wisata,” ujarnya di hadapan tamu undangan.
“Serangkaian perayaan Grebeg Suro dan kegiatan budaya telah kita selenggarakan hampir selama satu bulan. Dan di bulan istimewa ini, bulan kelahiran Kabupaten Ponorogo yang jatuh pada 11 Agustus sekaligus bulan Kemerdekaan RI, kita rayakan dengan penuh kebahagiaan,” tambahnya.
Judha juga menekankan bahwa sinergi antara budaya, religi, dan wisata mampu menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat.

“Logo yang kita launching hari ini adalah bentuk harmonisasi berbagai elemen. Ini hasil kerja kolaboratif yang dipimpin langsung oleh Kang Bupati Sugiri bersama DPRD dan seluruh OPD.”
Ia juga menyebut bahwa mulai 3 Agustus hingga 30 Agustus mendatang, masyarakat akan disuguhi serangkaian kegiatan budaya dan keagamaan, ditutup dengan Konser Dewa 19 yang digelar sebagai persembahan istimewa dari Bupati Ponorogo.
Dalam pemaparannya, Bupati Sugiri Sancoko menjelaskan transformasi tema Hari Jadi dari tahun sebelumnya, “Serenade Langit Tembaga”, ke tema tahun ini: “Kidung Aruna Kinanthi”.
“Hari Jadi Ponorogo tahun lalu bertepatan dengan masa kampanye pemilihan bupati. Maka saat itu kami angkat tema ‘Serenade Langit Tembaga’. Sebuah orkestra senja untuk menghantarkan matahari ke peraduannya, sebagai simbol masa jabatan yang telah berlalu,” ucap Bupati Sugiri.
“Sekarang, karena sudah dipercaya kembali oleh masyarakat, kita pastikan: matahari yang tidur malam hari, akan terbit kembali di pagi hari.”
Bupati menjelaskan bahwa tema “Kidung Aruna Kinanthi” bukan sekadar nama puitis, melainkan sarat makna mendalam.
“Kidung berarti nyanyian. Aruna adalah kusir Bathara Surya yang mengantarkan matahari terbit. Dan Kinanthi simbol kerukunan dan keindahan. Dapat juga dikatakan ‘kumantil’, yang berarti melekat erat dalam rasa dan makna.”
“Tema ini adalah gambaran harapan baru, kerja bersama, dan masa depan yang diiringi semangat dan cinta.”
Bupati juga mengumumkan pertunjukan budaya yang akan menjadi bagian dari rangkaian Hari Jadi, termasuk kebangkitan kembali Ketoprak Dahono Wengker
“Tanggal 7 nanti, kita hidupkan kembali Ketoprak Dahono Wengker. Dahulu, ini dimainkan oleh ASN, para guru, dan tokoh luar biasa. Kini kami undang kembali dan ajak latihan. Jadilah Ketoprak Dahono Wengker Reborn,” jelasnya.
Bahkan, ia menyebut ikut menulis naskah lakon berjudul “Sumilaking Mendung Tumayung” yang mengambil latar cerita Majapahit.

“Kisahnya tentang Damar Wulan Ngarit, Kencono Wungu, Patih Logender, Minak Jinggo, penuh konflik politik, strategi, pengkhianatan, dan tentu saja romantika.”
“Ada bagian di mana Damar Wulan yang menyamar jadi tukang arit justru dicintai oleh anak Patih Logender. Mereka dihukum di kandang kuda, tapi cinta tetap menang. Cinta bisa mengalahkan jeruji besi, cinta bisa membebaskan.”
Ia menegaskan bahwa pertunjukan ini bukan sekadar hiburan, melainkan panggung pembelajaran politik, sosial, dan kemanusiaan.
“Ada perang, ada pengkhianatan, ada kemarahan, ada asmara. Lengkap dan indah.”
Acara launching ditutup dengan sesi dialog terbuka bersama pegiat media sosial dan wartawan. Pemerintah Kabupaten Ponorogo berharap agar pesan Hari Jadi dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat melalui publikasi yang kreatif dan kolaboratif.
Dengan semangat “Kidung Aruna Kinanthi”, peringatan Hari Jadi ke-529 diharapkan menjadi tonggak harapan baru bagi Ponorogo yang lebih harmonis, guyub, dan hebat.