Reog Menggerakkan Budaya dan Ekonomi, Grebeg Suro 2026 Tinggalkan Kesan Mendalam

Senin (15/6/2026), rangkaian Grebeg Suro 2026 resmi ditutup di Panggung Utama Alun-Alun Ponorogo. Selama sepuluh hari penyelenggaraan, puluhan agenda budaya, seni, religi, olahraga, hingga ekonomi kreatif sukses menarik ribuan wisatawan dan mengukuhkan Grebeg Suro sebagai salah satu event unggulan nasional dalam Karisma Event Nusantara (KEN).
Penutupan berlangsung meriah dengan penampilan seni budaya serta pengumuman pemenang Festival Nasional Reog Ponorogo (FNRP) XXXI dan Festival Reog Remaja (FRR) XXII. Tahun ini, Festival Nasional Reog Ponorogo diikuti 32 grup reog dari berbagai daerah, sedangkan Festival Reog Remaja diikuti 24 kelompok dari tingkat sekolah menengah pertama. Selama festival berlangsung, ribuan masyarakat memadati Alun-Alun Ponorogo untuk menyaksikan penampilan para peserta yang menyuguhkan kreativitas tanpa meninggalkan pakem seni Reog Ponorogo.
Perwakilan Kementerian Pariwisata, Dwi Marhen Yono, mengapresiasi penyelenggaraan Grebeg Suro 2026 yang dinilai mampu memadukan pelestarian budaya dengan penguatan sektor pariwisata. Menurutnya, Reog Ponorogo tidak hanya memiliki nilai budaya yang tinggi, tetapi juga terbukti menjadi penggerak ekonomi masyarakat melalui meningkatnya kunjungan wisatawan dan aktivitas ekonomi kreatif.
“Reog Ponorogo menjadi multiplier ekonomi nomor dua di Jawa Timur setelah Jember Carnival. Mudah-mudahan dengan melibatkan ribuan UMKM dan seluruh masyarakat, ekonominya akan semakin tumbuh.”
Pada kesempatan yang sama, Pelaksana Tugas Bupati Ponorogo Lisdyarita menyampaikan bahwa Grebeg Suro bukan sekadar perayaan tahunan, melainkan bentuk nyata kecintaan masyarakat terhadap budaya yang telah menjadi identitas Kabupaten Ponorogo. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga kelestarian Reog sebagai warisan budaya sekaligus kekuatan dalam menggerakkan ekonomi daerah.
“Mari terus jaga tradisi, lestarikan budaya, dan majukan ekonomi Reog tercinta.”
Keberhasilan penyelenggaraan Grebeg Suro 2026 tidak hanya terlihat dari kemeriahan setiap rangkaian acara, tetapi juga dari meningkatnya aktivitas sektor pariwisata, UMKM, perhotelan, kuliner, hingga ekonomi kreatif yang tumbuh selama pelaksanaan festival. Beragam agenda yang melibatkan komunitas, seniman, pelajar, hingga masyarakat umum menunjukkan bahwa Grebeg Suro telah berkembang menjadi etalase budaya sekaligus ruang kolaborasi yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
Dengan berakhirnya rangkaian Grebeg Suro tahun ini, Kabupaten Ponorogo kembali menegaskan komitmennya untuk terus melestarikan Reog sebagai warisan budaya dunia sekaligus menjadikan budaya sebagai fondasi pembangunan pariwisata yang berkelanjutan. Semangat kebersamaan yang terbangun selama penyelenggaraan Grebeg Suro 2026 menjadi bekal untuk menyongsong penyelenggaraan Grebeg Suro 2027 yang diharapkan semakin inovatif, inklusif, dan mampu menarik lebih banyak wisatawan ke Bumi Reyog.