Selan Gong Gumbeng Kembali Digelar di Telaga Mantili Dirja

Published by disbudparpora on

Tradisi budaya Selan Gong Gumbeng kembali digelar di Telaga Mantili Dirja, Desa Wringinanom, Kecamatan Sambit, Kabupaten Ponorogo, pada Jumat (15/5/2026). Kegiatan yang menjadi bagian dari tradisi bersih desa ini berlangsung mulai pukul 13.00 WIB dan diikuti masyarakat setempat dengan penuh antusias.

Acara turut dihadiri jajaran pemerintah desa dan kecamatan yang bersama masyarakat mengikuti rangkaian kegiatan dalam suasana kebersamaan dan gotong royong.

Tradisi Selan merupakan agenda rutin masyarakat Desa Wringinanom yang dilaksanakan setidaknya satu kali dalam setahun, tepatnya pada Jumat terakhir di bulan Selo (Dzulqa’dah) dalam kalender Hijriah. Tradisi ini menjadi wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa sekaligus doa bersama untuk keselamatan, kesejahteraan, dan keberkahan bagi warga desa.

Rangkaian kegiatan diawali dengan prosesi adat dan doa bersama yang berlangsung khidmat di kawasan Telaga Mantili Dirja. Setelah itu, masyarakat disuguhi pertunjukan kesenian tradisional Gong Gumbeng yang menjadi ciri khas Desa Wringinanom.

Gong Gumbeng merupakan kesenian musik tradisional yang dimainkan secara berkelompok menggunakan alat musik berbahan bambu. Suara khas yang dihasilkan menciptakan nuansa unik dan menjadi bagian penting dari kekayaan budaya Ponorogo yang masih terus dilestarikan hingga saat ini.

Melalui pelaksanaan Selan Gong Gumbeng, masyarakat Desa Wringinanom menunjukkan komitmennya dalam menjaga tradisi leluhur di tengah perkembangan zaman. Tradisi ini tidak hanya menjadi sarana pelestarian budaya, tetapi juga mempererat hubungan masyarakat dengan alam, budaya, dan nilai-nilai kebersamaan.

Pemerintah Kabupaten Ponorogo terus mendukung upaya pelestarian tradisi dan kesenian daerah sebagai bagian dari kekayaan budaya yang dimiliki Bumi Reog.

Selan Gong Gumbeng Kembali Digelar di Telaga Mantili Dirja – Disbudparpora Ponorogo