Jelang Hari Pendidikan Nasional pada 2 Mei mendatang, Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI) dan Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi) Ponorogo menggelar diklat Tari Gumebyaring Gunung Gamping. Diklat ini dilaksanakan bersamaan dengan launching Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat di Gedung Kesenian Ponorogo, Selasa (14/01/2025).
Diklat Tari Tari Gumebyaring Gunung Gamping ini diikuti oleh 1.321 guru TK-PAUD se-Kabupaten Ponorogo. Kepala Dinas Pendidikan Ponorogo Nurhadi Hanuri mengaku bangga atas atas kreativitas yang digagas oleh IGTKI dan Himpaudi.
“Terima kasih kepada seluruh jajanan IGTKI maupun Himpaudi yang terus melakukan inovasi sebagai guru PAUD Kabupaten Ponorogo dengan segudang talenta dan karyayang sangat luar biasa” ucap Nurhadi.
Pihaknya menjelaskan pementasan tari kolosal ini akan mengambil tempat di kawasan Monumen Reog & Museum Peradaban Ponorogo. Ini adalah satu bentuk nyata dukungan Dinas Pendidikan terhadap pembangunan MRMP & suatu kebanggaan atas masuknya Reog Ponorogo dalam Warisan Budaya Tak Benda UNESCO.
“Prestasi luar biasa yang membuat masyarakat Ponorogo ikut bangga,” jelasnya.
Di tempat yang sama, kepala Bidang Pembinaan PAUD dan PNF di Dinas Pendidikan Ponorogo, RR Yeni Widiastuti menjelaskan bahwa Tari Gumebyaring Gunung Gamping merupakan satu visualisasi proses penambangan batu kapur. Anak-anak diedukasi bahwa bahwa di kawasan Monumen Reog & Museum Peradaban Ponorogo ini dulu ada aktivitas penambangan batu kapur.
“Ini adalah bentuk sinergitas antara dinas pendidikan, IGTKI, dan Himpaudi. Kami ingin mengulang kesuksesan Gebyar PAUD 2023 di Ponorogo,” pungkasnya.