Songsong UCCN, 35 Pelapak Dari Penjuru Indonesia Padati Bazar Keris & Akik Samandiman 2

Published by disbudparpora on

Ponorogo memang memiliki daya tarik yang kuat dalam perputaran ekonomi kreatif. Hal ini terbukti dengan hadirnya Bazar Keris & Akik Samandiman Art yang ke 2 di Cafe Samandiman, Sabtu (03/05/2025).

Mengambil tema “Nyawijining Hobby & Paseduluran”, Bazar Samandiman Art #2 digelar semakin meriah dengan menghadirkan berbagai komunitas tosan aji & akik yang berasal dari penjuru Indonesia.

Tercatat ada 35 lapak pedagang yang berasal dari Ponorogo, Madiun, Yogyakarta, Surabaya, Sidoarjo, Pacitan, Gresik, Jember, Kediri, Mojokerto hingga Madura. Pameran ini diselenggarakan selama 2 hari, Sabtu-Minggu 3-4 Mei 2025.

Bupati Ponorogo Kang Sugiri Sancoko yang hadir membuka acara berharap bazar ini mampu berkesinambungan sehingga berdampak kepada perputaran ekonomi di Ponorogo.

“Semoga mampu berkesinambungan untuk terus melakukan pameran kekaryaan. Ini mencerahkan sekali dan mudah-mudahan dari sini ekonomi kreatif akan tumbuh,” harapnya.

Ia juga menjelaskan bahwa saat ini Ponorogo sedang berusaha untuk masuk dalam Kota Kreatif Dunia Jaringan UNESCO.

“Saat ini sedang mengantarkan Ponorogo untuk menjadi UCCN (Unesco Creative Cities Network). Tugas kita adalah bagaimana kegiatan ini menjadi ekosistem ekonomi kreatif karena yang kami sodorkan ke Unesco adalah craft and folk art,” jelasnya.

Kang Giri mengajak seluruh elemen masyarakat Ponorogo untuk saling bekerjasama, bergerak serentak untuk menyongsong Ponorogo menjadi bagian dari UCCN.

“Kita bergerak serentak. Saya sendiri tidak mampu, maka butuh rampak barisan. Rampak barisan itu ya kaki banyak orang, keringat banyak orang, tangan banyak orang, gemuruh banyak orang dan doa banyak orang. Maka dengan rampak barisan maka saya yakin ekonomi kreatif akan mampu menumbuhkan ponorogo,” ajaknya.

Songsong UCCN, 35 Pelapak Dari Penjuru Indonesia Padati Bazar Keris & Akik Samandiman 2 – Disbudparpora Ponorogo