Keberadaan Lesbumi (Lembaga Seniman & Budayawan Muslimin Indonesia) memiliki peran yang sangat vital dalam perkembangan kesenian & kebudayaan di Kabupaten Ponorogo.

Pada masa lalu, Lesbumi dengan Reog CAKRA (Cabang Kesenian Reog Agama) menjadi ujung tombak perlawanan terhadap pengaruh Komunisme di kalangan seniman. Cakra juga menjadi motor bangkitnya kesenian Reog pasca G30S/PKI.

Jejak sejarah yang begitu heroik ini membuat para generasi muda seniman NU untuk kembali menghidupkan kegiatan Lesbumi sebagai salah satu sayap dakwah Nahdlatul Ulama Ponorogo melalui media seni budaya.

Salah satu kegiatan dari Lesbumi NU Ponorogo adalah Sarasehan Budaya bersama seniman NU di Kantor PCNU Ponorogo, Senin (04/11/2024).

Kegiatan dimulai dengan ngaji Kitab Arbaun Nawawi, kitab yang membahas tentang hadits-hadits yang  berkaitan dengan pilar-pilar dalam agama Islam baik ushul (pokok) maupun furu’ (cabang), serta hadits-hadits yang berkaitan dengan jihad, zuhud, nasihat, adab, niat-niat yang baik dan semacamnya.

Kegiatan selanjutnya diisi dengan penampilan tari Jathil kolaborasi dari Lesbumi dengan IPPNU Ponorogo. Dilanjutkan dengan monolog, lalu penampilan musik kontemporer dari Lesbumi Madiun, hingga berakhir dengan jagongan budaya.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh para pegiat Lesbumi dari Madiun hingga Magetan. Turut hadir juga jajaran petinggi PCNU Ponorogo.

Selain sarasehan budaya, di depan Kantor PCNU Ponorogo juga digelar bazar pernak-pernik menarik mulai dari aksesoris, minyak wangi, pipa rokok, batu akik, wedang uwuh, hingga keris dengan berbagai bentuk.

Wadahi Seniman NU, Lesbumi Ponorogo Gelar Sarasehan Budaya – Disbudparpora Ponorogo