Di kaki kawasan situs sejarah Watu Dukun, Desa Pagerukir, Kecamatan Sampung, setiap Minggu Pahing suasana tempo dulu kembali hidup melalui gelaran Pasar Jenar. Pasar tematik berbasis potensi lokal ini menghadirkan paduan wisata sejarah, budaya, dan kuliner tradisional dalam satu destinasi yang ramah di kantong.

Keunikan utama Pasar Jenar terletak pada sistem transaksinya yang menggunakan keping kayu sebagai alat tukar. Sebelum berbelanja, pengunjung menukarkan uang rupiah dengan keping kayu bernominal mulai dua ribu hingga empat puluh ribu rupiah, sehingga pengalaman berbelanja terasa berbeda namun tetap tertib dan terukur. Di deretan lapak yang ditata sederhana, tersedia aneka kuliner tradisional seperti nasi pecel, soto ayam kampung, nasi uduk, hingga minuman khas wedang cemoe, dawet, parem, dan kopi yang menghangatkan suasana pagi.

Pada edisi Pasar Jenar Januari 2026, hadir Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kabupaten Ponorogo, Judha Slamet Sarwo Edi, bersama akademisi Universitas Negeri Surabaya (UNESA) serta perangkat desa setempat. Kehadiran mereka sekaligus menandai komitmen pengembangan Pasar Jenar Pagerukir sebagai pilot project pasar tematik yang mengangkat potensi lokal, baik dari sisi produk kuliner, tampilan stan, maupun pelayanan kepada pengunjung.

Kepala Disbudparpora mendorong agar penyelenggaraan Pasar Jenar terus ditingkatkan, mulai dari kualitas sajian kuliner, kenyamanan area jual beli, hingga penguatan peran masyarakat sebagai pelaku utama. Di sisi lain, dukungan UNESA diharapkan mampu memperkuat konsep dan pengelolaan Pasar Jenar agar tidak hanya menjadi ruang ekonomi rakyat, tetapi juga laboratorium sosial-budaya yang menghidupkan tradisi dan kearifan lokal Desa Pagerukir.

Dengan latar alam yang asri dan nuansa pedesaan yang kental, Pasar Jenar kian menarik minat wisatawan untuk menikmati Minggu pagi dengan cara yang berbeda. Pengunjung tidak sekadar berbelanja dan mencicipi jajanan tradisional, tetapi juga diajak merasakan pengalaman menyeluruh tentang bagaimana masyarakat Ponorogo merawat sejarah, budaya, dan kebersamaan melalui sebuah pasar rakyat yang hangat dan inklusif.

Pasar Jenar, Wisata Minggu Pagi Bernuansa Tempo Dulu di Desa Pagerukir – Disbudparpora Ponorogo