Kabupaten Ponorogo kembali bersiap menyambut ajang budaya tahunan, Grebeg Suro 2026, yang tidak hanya menjadi perayaan, tetapi juga momentum untuk menampilkan kekayaan warisan seni dan tradisi lokal. Festival ini menampilkan rangkaian kegiatan yang memikat masyarakat dan wisatawan dari berbagai daerah.
Selain Festival Nasional Reog Ponorogo dan Festival Reog Remaja, sejumlah kegiatan pendukung turut digelar, dengan total mencapai 27 side event. Kegiatan tersebut meliputi Simaan Al-Quran, Kirab Pusaka, Festival Pencak Silat, pameran lukisan, hingga parade sepeda ontel. Seluruh rangkaian acara ini menunjukkan antusiasme masyarakat dalam merayakan budaya Ponorogo secara menyeluruh.
Keterbatasan durasi penampilan tidak menjadi halangan bagi penyelenggara untuk memastikan seluruh peserta dapat berpartisipasi. Dengan sisa kuota 9 peserta, penyelenggara berharap kuota tersebut terpenuhi dalam 30 hari sebelum acara dimulai. Peserta tidak hanya berasal dari luar kota, tetapi juga dari dalam Ponorogo, memperlihatkan tingginya partisipasi lokal dalam ajang tahunan ini.
Sebagai aset budaya yang telah diakui UNESCO, Grebeg Suro menjadi sarana bagi masyarakat Ponorogo untuk menegaskan identitas budaya mereka. Hal ini terlihat dari antusiasme peserta yang mendaftar pada Festival Reog Remaja dan Festival Nasional Reog Ponorogo, yang hingga kini tercatat sudah mencapai 29 peserta.
Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Ponorogo, Judha Sarwo Edi, menekankan, “Festival Nasional Reog Ponorogo bukan sekadar acara seremonial, melainkan media untuk mentransmisikan warisan seni pertunjukan Reog Ponorogo kepada lintas generasi, mulai dari anak-anak hingga dewasa” (Rabu, 6/5/2026).
Sejak pertama kali digelar pada tahun 2002, Grebeg Suro telah menjadi ajang kebanggaan masyarakat Ponorogo. Prestasi gemilang juga tercapai dengan masuknya Grebeg Suro ke dalam Top 10 Kharisma Event Nusantara (KEN) secara berturut-turut dari tahun 2023 hingga 2026. Keberhasilan ini semakin memperkuat pengakuan Reog sebagai Intangible Cultural Heritage (ICH) oleh UNESCO.
Dengan rangkaian kegiatan yang kaya dan antusiasme peserta yang tinggi, Grebeg Suro 2026 dipastikan menjadi puncak perayaan budaya yang spektakuler, menampilkan keunikan dan jati diri masyarakat Ponorogo kepada publik luas.