Kepedulian SMA Negeri 3 Ponorogo terhadap pelestarian budaya layak diacungi jempol. Dalam rangka HUT SMAN 3 Ponorogo ke-35, sekolahan ini memilih untuk menggelar pertunjukan wayang kulit.
Tak hanya itu, SMAN 3 Ponorogo memberikan ruang bagi kedua siswanya untuk unjuk kebolehan sebagai dalang dalam pertunjukan wayang kulit.
Kedua siswa tersebut adalah Aksana Bagus Dewangga (kelas X) dan Abi Zam Zam Kumara (kelas XII). Siswa kelas X dan kelas XII SMAN 3 Ponorogo yang nampak piawai memainkan lakon “Palwaga Kala”.
Mereka pun diiringi Grup Karawitan Puspita Laras yang anggotanya juga siswa-siswi SMAN 3 Ponorogo semua, pun dengan sindennya juga merupakan siswa dan alumni dari SMAN 3 Ponorogo.
Kang Bupati Sugiri Sancoko yang hadir bersama Wabub Lisdyarita tak bisa menyembunyikan rasa bangganya. SMAN 3 Ponorogo di usianya yang ke-35 tahun mampu menjadi kawah candradimuka bagi anak didiknya sesuai dengan bakat dan minatnya masing-masing.
Menyitir puisi Kahlil Gibran berjudul “Anakmu Bukanlah Milikmu” Kang Bupati menekankan tugas generasi saat ini menyiapkan generasi masa depan yang siap bertarung dengan zaman mereka. Salah satu caranya dengan menghadirkan kawah candradimuka seperti SMAN 3 Ponorogo.
“Semakin hari SMAN 3 Ponorogo semakin baik. Mampu memberikan Ilmu pengetahuan, budaya, keterampilan, akhlak pada anak didiknya. Semoga anak-anak SMAN 3 Ponorogo mampu menjadi pemimpin di segala bidang,” ucap Kang Bupati.
Sementara itu, Kepala Sekolah SMAN 3 Ponorogo Siswanto mengatakan peringatan HUT didedikasikan khusus sebagai panggung bagi anak didiknya dalam mengekspresikan kemampuan dan kreativitasnya.
“Pada seluruh rangkaian kegiatan mulai dari Bazar Keluarga Smaga, Smaga Culture Festival, wayang kulit, dan konser sebagai bentuk bentuk aktualisasi keluarga besar Smaga khususnya anak-anak,” ucapnya.