Budidaya anggur memang belum di lirik banyak orang. Hal ini menjadi peluang tersendiri bagi Mas Ari. Ia menyulap lahan seluas 3500 m persegi yang ada di tajug untuk kawasan budidaya anggur & dijadikan wisata edukasi bagi para pelajar hingga masyarakat umum.

Mas Ari selaku pemilik menuturkan bahwa kawasan budidaya anggur ini mulai ia rintis pada 2022. Ia menuturkan bahwa kebun yang ia kelola tidak melulu fokus pada profit, melainkan lebih mengutamakan edukasi berbagai jenis anggur kepada khalayak luas.

“Kebun ini saya kelola bersama Bu Wid. Ini kami fokuskan untuk edukasi kepada masyarakat. Bagi kelompok masyarakat/pelajar yang ingin belajar mengenai budidaya anggur, mari datang kemari,” tuturnya.

Ia menambahkan bahwa di kebun yang ia kelola terdapat lebih dari 35 jenis anggur yang ada di dunia.

“Ada 35 jenis anggur yang kami budidayakan. Kami 80% menggunakan pupuk organik sehingga anggur yang dipetik benar-benar fresh,” tambahnya.

Ketika rombongan Bidang Promosi & Ekraf berkunjung kesana, saat ini buah anggur yang ada di kebun belum ada yang siap petik. Kegiatan yang dilakukan adalah edukasi perawatan kebun anggur.

“Saat ini belum ada yang matang. Anggur di kebun kami rata-rata siap panen tiap 4 bulan sekali. Kalau yang terdekat kira-kira nanti Desember sudah siap petik,” ungkapnya.

Kebun Anggur Mas Ari ini berada di Jalan Halim Perdana Kusuma Km 2,2 Tajug Siman.

Berkunjung Ke Wisata Edukasi Budidaya Anggur Di Tajug – Disbudparpora Ponorogo