Penetapan Reog Ponorogo sebagai Intangible Cultural Heritage (ICH) UNESCO di Asunción, Paraguay pada 3 Desember 2024 lalu terus berdampak positif terhadap optimalisasi sektor pariwisata & percepatan pembangunan di Ponorogo.
Pada acara Gelar Reog Ponorogo: Syukuran Penetapan Warisan Budaya Takbenda (WBTb)/ ICH UNESCO, Sabtu (11/01), Pemerintah Pusat dan Daerah berkomitmen untuk menjaga keberlanjutan Reog Ponorogo melalui berbagai langkah strategis. Salah satunya yakni melalui pembangunan Monumen Reog setinggi 126 meter yang akan menjadi ikon baru di Ponorogo.
Telah diputuskan dalam rapat bersama Bappenas, Kementerian Keuangan, dan beberapa kementerian terkait bahwa pembangunan monumen tersebut akan didanai melalui skema pembiayaan Kerja Sama Pemerintah Daerah dan Badan Usaha (KPDBU) dan diharapkan akan menjadi pusat atraksi wisata yang mampu menarik wisatawan domestik maupun mancanegara.
Sesmenko Susiwijono juga menegaskan bahwa proyek tersebut juga diharapkan mampu menciptakan ekosistem ekonomi baru di Ponorogo dan sekitarnya.
Monumen ini dirancang sebagai pusat edukasi dan pelestarian budaya, yang dilengkapi dengan museum peradaban, amfiteater, dan ekosistem seni budaya untuk mendukung pelestarian Reog Ponorogo.
Selain itu, festival-festival seni budaya secara berkala dan program pelatihan untuk pelaku seni juga akan diselenggarakan untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia lokal.
Dengan sinergi antara pelestarian budaya dan pengembangan ekonomi, Pemerintah optimis bahwa sektor ini akan memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dan mendukung perekonomian nasional.
“Nanti kami dengan Pak Bupati dan teman-teman Kemenpar akan mengumpulkan enam kepala daerah untuk mengintegrasikan destinasi wisata tadi. Kira-kira tujuan utamanya kita ingin ini menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru di kawasan Ponorogo dan sekitarnya. Dan kami yakin kalau ini kita kembangkan betul, bisa berkontribusi 50% lebih dari PDRB Ponorogo. Kita akan berharap ke sana,” pungkas Sesmenko Susiwijono.
Turut hadir dalam acara tersebut di antaranya yakni Anggota I BPK RI, Sekretaris Kementerian Pariwisata, Bupati dan Wakil Bupati Ponorogo, serta para tokoh Pawargo dan Pawitandirogo.