Jl. Pramuka No. 19A
(0352) 486012

Apel Kehormatan Dan Renungan Suci, Berlangsung Sakral Dan Khidmat

Apel Kehormatan Dan Renungan Suci, Berlangsung Sakral Dan Khidmat

Ponorogo – Dalam menyambut hari Kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang ke-75, Pemerintah Kabupaten Ponorogo terus menjaga dan menumbuhkan jiwa patriotisme meski ditengah pandemi Covid19. Salah satunya dengan diadakannya upacara apel kehormatan dan renungan suci di Taman Makam Pahlawan, Jl. Pahlawan, Ponorogo, Minggu malam (16/08/2020).

Dari pantauan jurnalis Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) para peserta upacara apel kehormatan dan renungan suci berjumlah terbatas karena menyesuaikan standart protokol kesehatan dan petunjuk teknis dari pemerintah pusat. Kendati demikian suasana sakral dengan lampu obor yang dinyalakan pada saat mengheningkan cipta dan doa bersama untuk para pejuang dan pahlawan kemerdekaan sangat terasa.

Hadir dalam upacara tersebut Wakil Bupati Ponorogo, Soedjarno dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta peserta apel dari unsur TNI/Polri dan ASN serta perwakilan sipil.

Usai melaksanakan apel kehormatan dan renungan suci, Wakil Bupati Ponorogo, Soedjarno mengatakan pada peringatan 17 Agustus 2020 berbeda dengan sebelumnya. Hal itu kerena adanya dampak pandemi Covid19 dan pemenuhan standar protokol kesehatan sesuai dengan petunjuk teknis dari pemerintah pusat.

“Yang mana tata upacara sebelumnya diatur oleh Mensekneg dan Mendagri. Kita menyesuaikan semuanya se Indonesia,” katanya.

Kendati demikian Wabup Soedjarno mengungkap meski berbeda namun rasa khidmat dan sakral untuk menhormati para pejuang dan pahlawan kemerdekaan tidak berkurang.

“Namun tetap sakral dan kidmat ini rasanya,” paparnya.

Soedjarno berharap dengan ikhtiar dan doa, corona akan segera hilang dari muka bumi dan kegiatan kembali bisa pulih.

“Seperti yang kita rencanakan pada tahun sebelumnya,” terangnya.

Ia menambahkan walau saat ini berbeda dalam pelaksanaan peringatan kemerdekaan namun rasa khidmat dan sakral tetap tertanam dihati.

“Kita tetap bisa menghormati jasa-jasa para pejuang kita dan pahlawan kita,” pungkasnya.

Share This: