Jl. Pramuka No. 19A
(0352) 486012

Corona Tak Kunjung Usai, Tiga Pusaka Ponorogo Dibedol

Corona Tak Kunjung Usai, Tiga Pusaka Ponorogo Dibedol

Ponorogo – Tiga pusaka milik Ponorogo dibedol (diambil dari tempat pusaka di rumah dinas Bupati Ponorogo) dan diarak menuju aloon-aloon sebagai simbol menolak wabah corona-covid 19. Pusaka itu yakni, tombak Tunggul Wulung, Angking Cinde Puspito, dan Songsong Tunggul Nogo. Selain itu doa bersama juga digelar, Senin Malam (13/03/2020).

Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni mengatakan ketiga pusaka ini dikeluarkan biasanya hanya pada waktu Grebek Suro( hari jadi Kabupaten Ponorogo). Namun kali ini pihak pemkab bersama Pakasa mengeluarkan tombak sebagai simbol ikhtiar atau sarana memohon kepada Allah SWT dalam rangka menolak bala berupa virus corona.

“Ini dikeluarkan berdasarkan permintaan para sesepuh atau kasepuhan kepada Saya,” katanya.

Ipong menuturkan kirab seperti itu biasanya dilakukan ketika ada wabah atau pagebluk. Maka pusaka harus dikeluarkan dan diarak di aloon-aloon Ponorogo.

“Kebiasaan seperti ini katanya, dahulu sering dilakukan, ketika ada pagebluk, wabah atau pendemiklah” Terangnya.

Ipong menambahkan niat kirab tersebut dimaksudkan untuk meminta rahmat Tuhan Yang Maha Esa menjauhkan masyarakat Ponorogo dari wabah atau pagegbluk dan marabahaya.

“Memohon kepada Gusti Allah, agar dijauhkan dari wabah atau pagebluk dan marabahaya,” Imbuhnya.

Selain mengeluarkan tiga Pusaka milik Ponorogo, Bupati, Forkopimda dan Pakasa serta Kyai Sepuh Ponorogo mengadakan doa bersama di rumah dinas Bupati. Suasana juga semakin sakral dengan pembacaan syair Kidung Rumekso Ing Wengi, karya Kanjeng Sunan Kalijaga.

Share This: