Jl. Pramuka No. 19A
(0352) 486012

Dongkrak Potensi Desa, TP2K Ajak Bersinergi Pemuda Hebat melalui Mer-C-Des

Dongkrak Potensi Desa, TP2K Ajak Bersinergi Pemuda Hebat melalui Mer-C-Des

Pengembangan potensi desa terutama untuk UMKM dan wisata terus dilakukan. Dan kali ini, melalui Universitas Muhammadyah bekerjasama dengan Tim Pengendalian Program Khusus (TP2K) Kabupaten Ponorogo, Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga dan Pemuda Hebat Ponorogo adakan workshop Forum Group Diskusi (FGD) untuk penentuan 150 penerima aplikasi Mer-C-Des dan sosialisasi kegiatan teknis pemuda hebat di aula lantai 4 gedung Rektorat, Unmuh, Kamis (15/09/2022).

Ayub Dwi Anggoro selaku Dekan Ilmu Sosial dan Politik, Unmuh mengatakan aplikasi Mer-C-Des yang berbasis playstore dan web nantinya akan berfungsi untuk mensinergikan berbagai macam potensi yang ada di Ponorogo sejalan dengan perkembangan teknologi dan komunikasi yang sudah ada atau terbarukan.

“Jadi aplikasi media reka desa itu adalah aplikasi yang nantinya sebagai aplikasi informasi publik untuk mengetahui berbagai macam potensi yang ada di Ponorogo, berbasis playstore Android dan juga Website,” katanya.

Ayub mengungkap jika masyarakat Indonesia ataupun diluar negeri ingin mengetahui tentang Ponorogo bisa langsung download di playstore dan klik Mer-C-Des. Di aplikasi itu, nantinya segala informasi tentang potensi Ponorogo akan tersajikan.

“Nah menarik juga nanti, aplikasi Mer-C-Des nantinya yang akan mengelola adalah pemuda hebat yang ada di desa,” paparnya.

Ia menambahkan dengan pengelola para pemuda hebat yang ada di desa maka keaktualan dan keupdate-an pada aplikasi itu sangat dapat dipertanggungjawabkan.

“Maka kita mengadakan rapat adalah memverifikasi tentang hal tersebut,” imbuhnya.

Sebagai informasi, tidak seluruh desa wilayah bumi Reog di tahun 2022 nantinya menerima aplikasi tersebut, karena kuotanya masih diangka 150 penerima. Hanya desa yang memiliki potensi dan lolos verifikasi saja yang bisa mendapatkannya.

“Kriterianya desa harus memiliki akun Youtube, atau media sosial yang lain misalnya tiktok, Facebook, Instragram dan lainnya. Nah itu mereka harus punya,” Pungkas, Gamar Ariyanto selaku Tim Pengendali TP2K, Kabupaten Ponorogo.

Share This: