Jl. Pramuka No. 19A
(0352) 486012

Face Off Jl. HOS Cokroaminoto, Pemkab Dapat Dukungan NU Dan Muhammadiyah

Face Off Jl. HOS Cokroaminoto, Pemkab Dapat Dukungan NU Dan Muhammadiyah

Ponorogo – Face Off (Perbaikan Wajah) Jalan Haji Oemar Said (HOS) Cokroaminoto, Pemerintah Kabupaten Ponorogo mendapat dukungan penuh dari Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah. Dua organisasi Islam terbesar itu berkomitmen untuk bantu penuh Face Off jalan pahlawan Nasional tersebut.

Kiai Fatchul Azis, Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Ponorogo mengatakan karena Sugiri Sancoko, Bupati Ponorogo, menghidupkan kembali gotong royong. Maka NU akan bergerak bersama-sama untuk Face Off Jl. HOS Cokroaminoto.

“Kita dikirimi surat untuk berpartisipasi untuk Face Off itu, kemudian dari orang-orang yang usahanya ada dijalur HOS Cokroaminoto itu, Perbankan. Jadi semua potensi Masyarakat diajak bergotong royong untuk program Face Off ini. Karena anggaran sudah di Dok, sebelum Bupati dilantik, maka tidak bisa dibelokan maka kita dijawil untuk bergotong-royong secara bersama-sama,” katanya, seusai menghadiri Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab) ke 2, di Aula Lembaga Pendidikan Ma’arif, Jl. Sultan Agung, Ponorogo, Kamis (11/03/2021).

Kiai Azis, sapaan akrab ketua Tandfidiyah PCNU itu, mengungkap sangat mendukung langkah Bupati Ponorogo, untuk terus menghidupkan gotong-royong. Hal itu, juga sesuai dengan jargon Bupati yang mengusung Ponorogo Kota Budaya dan Santri.

“Otomatis, jadi kita dimintai partisipasi ya mau ngga mau. Karena memang bupatinya menghidupkan gotong royong dan gotong royong itu baik kenapa tidak,” jelasnya.

Sementara itu, senada dengan NU, Muhammadiyah juga berikan dukungan kepada Pemkab. Sekretaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Ponorogo Idris Septrianto mengaku sudah menerima surat dari Pemkab Ponorogo terkait gotong royong untuk program face off.

“Pada prinsipnya, Muhammadiyah mendukung dan itu memang pengejewantahan dari pada gotong rotong. Muhammadiyah mendukung selama itu untuk kepentingan masyarakat,” ucap Idris Septrianto.

Idris menegaskan Muhammadiyah tidak menolak ketika mendapat bantuan. Namun ketika Pemerintah butuh bantuan, Muhammadiyah juga tidak mau berdiam diri.

“Selama mampu tentu akan kami bantu. Karena apapun itu bukan untuk kepentingan Muhammadiyah, tapi demi bangsa dan negara. Selama ini kita sudah banyak membantu Pemerintah. Seperti membangun perguruan tinggi, sekolah, rumah sakit, dan lembaga perekonomian,” pungkas Sekretaris PDM Ponorogo.

Share This: