Jl. Pramuka No. 19A
(0352) 486012

Grand Final Kakang Senduk 2021 Sukses Digelar, Ini Pesan Bupati

Grand Final Kakang Senduk 2021 Sukses Digelar, Ini Pesan Bupati

Malam Grand Final Kakang Senduk Tahun Ponorogo 2021 sukses digelar dengan protokol kesehatan yang ketat. Malam puncak ajang pemilihan Duta Wisata Ponorogo itu berlangsung cukup meriah meskipun digelar secara hybrid di Gedung Padhepokan Reog, Jl. Pramuka No 19 A, Ponorogo, Sabtu (06/10/2021). Malamnya Kakang Senduk Tahun 2021 juga menjadi titik awal amanah berat bagi para Duta Wisata untuk kemajuan wisata Ponorogo yang lebih hebat.

Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga, Agus Sugiarto mengatakan agenda tahunan pemilihan Kakang Senduk Kabupaten Ponorogo pada tahun ini memiliki peningkatan jumlah peserta meski pelaksanaan pendaftaran dilakukan dengan virtual. Hal itu dikarenakan tahun 2020 tidak diadakan karena pandemi Covid19.

“Pesertanya melonjak menjadi 210,” katanya.

Ugin, sapaannya mengungkap untuk pelaksanaan malam puncak Grand Final Kakang Senduk Tahun 2021 diketatkan Prokes dan untuk seleksi dilakukan secara hybrid. Kemudian undangan di Grand Final Kakang Senduk Ponorogo 2021 yang datang wajib masker, cek suhu, gunakan aplikasi peduli lindungi dan apabila belum memiliki aplikasi wajib menggunakan kartu vaksin.

“Malam hari ini disiarkan secara live streaming (Channel Youtube Kakang Senduk Ponorogo) dan dihadiri oleh 11 media partner dan banyak yang menyaksikan dirumah,” paparnya.

Sementara itu, Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko menuturkan Ponorogo sudah kondang naloko memiliki karakter yang berbeda dengan yang lain. Peradaban Ponorogo sudah jauh dimulai duluan daripada yang lain.

“Buktinya, kita sesungguhnya lebih tua dibandingkan dengan daerah Mataraman. Terhitung dari ketika kita ulang tahun. Ulang tahun pun diambil ketika dilantiknya Kanjeng Raden Batoro Khatong menjadi Adipati,” ungkapnya.

Berdasarkan, sejarah peradaban Ponorogo yang hebat, Kang Giri berharap kepada para duta wisata Ponorogo tidak hanya menjadi duta wisata saja. Namun juga harus mampu menjadi duta budaya dan peradaban.

“Tiga-tiganya sama. Bahwa duta wisata, bagaimana kita menjual budaya, menjual peradaban kita. Tapi, duta peradaban adalah bagaimana anda bisa menjual peradaban dengan baik, anda bisa menjadi contoh yang baik, menjadi biangnya bagaimana beradab dengan baik di Ponorogo sesuai dengan yang diamanatkan, yang dititipkan oleh leluhur kita masa lampau yang tentu sangat beradab,” pesannya kepada para Kakang Senduk Ponorogo.

Ia menambahkan membangun wisata tidak hanya dengan membangun fisik saja, tidak hanya sekedar lips service saja, tidak hanya ropyah-ropyah atau gebyar-gebyar saja tapi disiapkan potensi yang siap dijual bersama duta wisata.

“Apa potensi itu? Kita akan siapkan target pariwisata, sehingga semua potensi pariwisata akan kita selesaikan satu persatu secara Arif dan terukur, secara gotong-royong. Ada budaya yang luar biasa, kita punya Reyog, kita punya alam, kita punya pesantren yang adiluhung, kita punya pendidikan yang luar biasa. Kita punya alam yang sangat luar biasa indah. Jadi dari penggalian itu, tidak cukup dengan pencitraan saja. Kita lakukan mulai hari ini, kedepan harus kita gedor untuk dibahas bersama-sama, sehingga menjadi panutan, menjadi imam dari segala pembangunan kewisataan untuk Ponorogo,” imbuhnya.

Share This: