Jl. Pramuka No. 19A
(0352) 486012

Kesenian dan Budaya Harus Bangkit Bebarengan Dengan Kedisiplinan Protokol Kesehatan

Kesenian dan Budaya Harus Bangkit Bebarengan Dengan Kedisiplinan Protokol Kesehatan

Ponorogo – Beribu harapan dan optimisme yang realistis kembali diungkap oleh para pelaku seni Reyog ditengah pandemi Covid19. Mereka berharap normalnya kembali pertunjukan Reyog dan semua kegiatan budaya meski dengan adaptasi baru.

Ditengah pandemi berbagai kegiatan seni dan budaya di wilayah Bumi Reyog sempat vakum selama beberapa bulan. Kemudian Pemerintah Kabupaten melalui dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) dan gugus tugas Covid19, melakukan pembukaan dan mengizinkan segala bentuk seni dan budaya dengan adaptasi baru.

Berbagai kesenian dan budaya seperti Reyog dan Jaranan Thek termasuk kegiatan kepemudaan, olahraga, dan kegiatan ibadah berjama’ah serta hajatan pernikahan di launching dengan adaptasi baru yang disesuaikan dengan standart protokol kesehatan. Hal itu dilakukan atas permintaan masyarakat dan para pelaku seni.

Dengan new normal itu, masyarakat menyambut sangat gembira, meski mereka harus ikhlas dan rela dengan penggunaan standart protokol kesehatan yang bersifat wajib.

Seperti yang diungkap oleh Yosika penari Bujang Ganong yang sangat viral didunia maya dan nyata, yang merasa sangat senang dengan adanya new normal pagelaran seni Reyog yang sempat vakum beberapa bulan itu.

“Saya rasa di kota manapun, tidak ada kegiatan seni dan budaya pastilah kurang. Kurang indah,” Katanya kepada Jurnalis Disbudparpora, usai menjadi Juri lomba tari Jathil dan Bujang Ganong di, Sanggar Kartika Putri, Paju, Kecamatan Ponorogo, Kabupaten Ponorogo, Kamis (13/08/2020).

Yosika bersyukur Pemerintah mau mendengar aspirasi mereka dan tetap bisa mengadakan pagelaran Reyog meski dengan standart protokol kesehatan. Dengan hal tersebut Yosika berharap para pelaku seni Reyog bisa bangkit kembali.

“Masyarakat kurang hiburan. Segeralah bangkit,” harapnya.

Hal senada diungkap Aya Chikamatzu penari Jathil yang juga viral dan tidak diragukan kemampuannya dalam tarian Jathil pada Reyog kompetisi dan Reyog Obyok yang dikagumi masyarakat Ponorogo dan Indonesia.

“Yang jelas harapan saya sebagai seniman atau sebagai apapun itu, semoga Corona ini cepat selesai. Kita bisa beraktivitas seperti sedia kala, sehingga pemasukan Negara pulih, khususnya pemasukan pekerja seni,” ungkapnya.

Masih lanjut Urul, sapaan akrabnya tetap optimis terhadap musibah (pandemi corona) yang tentu kita semua tidak mengharapkan kedatangannya. Maka taat protokol kesehatan haruslah disiplin dan dijaga.

“Seperti memakai masker, cuci tangan dan jaga jarak,” tuturnya.

Urul menambahkan untuk penggunaan facesield pada awalnya memang sangat sedikit menyiksa pada penari Jathil. Namun setelah adanya facesield model kacamata ini mengurangi beban berat pada kepala saat penggunaan facesield.

“Pusing, karena kita sudah di ikat udeng (Blangkon penari Jhatil), ditambah facesield yang mengikat rada sakit emang. Tapi ada facesield kacamata itu solutif,” tandasnya.

Share This: