Jl. Pramuka No. 19A
(0352) 486012

Layang-Layang, Di Masa Pandemi

Layang-Layang, Di Masa Pandemi

Memasuki musim kemarau, tentu di wilayah Kabupaten Ponorogo bertiup angin yang lumayan kencang. Hal itu dimanfaatkan masyarakat Bumi Reyog menerbangkan layang-layang bagi pehobinya. Biasanya pada waktu awal musim kemarau, mulai dari wilayah persawahan, hingga lokasi terbuka yang berada di kota Reog langit Ponorogo selalu diramaikan dengan layangan tradisional maupun layangan hias. Namun demikian berbeda pada masa pandemi ini, meski musim kemarau sudah membawa anginnya yang cukup baik, akan tetapi pemain layang-layang agak berkurang.

Nurhadi Setyono, Ketua komunitas kampung layang-layang mengatakan kondisi saat ini, untuk penjual layang-layang maupun penghobi mengalami kesulitan akibat terbentur dengan pandemi Covid19.

“Ya dalam arti, penghasilan atau pemasukan itu turun drastis, Mas,” katanya saat ditemui jurnalis Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) di lapangan Panahan, Jalan Suromenggolo (Jl. Baru) Sabtu, (30/07/2021).

Phete sapaan akrab pemilik omah layangan yang terletak di Jl. Ontoseno Nomor 30 kota Ponorogo itu mengungkap kesulitan lainnya yang dialami penjual ataupun pehobi adalah tidak adanya kontes layang-layang selama di tahun 2021.

“Kalau kontes semuanya di cancel Mas. Biasanya itu setiap tahun dapat undangan, Nasional maupun Internasional,” paparnya.

Phete Kite yang juga aktif pada komunitas layang-layang Nasional Pelangi (Perkumpulan Layang-layang Hias Seluruh Indonesia) berharap pandemi bisa segera berakhir sehingga dapat beraktivitas normal kembali khususnya pada kontes layang-layang.

“Semoga bisa pulih kembali,” tambahnya.

Share This: