Jl. Pramuka No. 19A
(0352) 486012

Masa Pandemi, Bidang Olahraga Minat Khusus Turut Tidur

Masa Pandemi, Bidang Olahraga Minat Khusus Turut Tidur

Ponorogo – Rappelling, olahraga ekstrem yang sedikit menyedot adrenalin rupanya mulai digemari pelajar di Kabupaten Ponorogo. Salah satunya para pelajar Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Ponorogo. Selain untuk olahraga dan sebagai minat khusus rappeling sangat berguna untuk melakukan misi penyelamatan.

Bertempat di jembatan Ketegan, Jl. Niken Gandini, Dusun Plampitan, Desa Japan, Kabupaten Ponorogo, Kamis, (11/02/2021), para pelajar SMAN 1 Ponorogo yang tergabung dalam ektrakurikuler Ganesha Pala, sedang melakukan latihan rappeling. Dalam latihan tersebut mereka didampingi oleh pelatih profesional dan senior Ganesha Pala.

Azyan Nazwa Ariyani Putri (17), Ketua Ganesha Pala mengatakan olahraga ekstrim tersebut merupakan untuk mengasah evakuasi korban bencana alam. Selain itu, anggotanya juga diberikan pelatihan memanjat dan tali-menali.

“Ini sebenarnya, lebih untuk ke operasi SAR (Search And Rescue),” kata siswi yang duduk di kelas XI IPA 3 itu kepada jurnalis Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora).

Para anggota ekstrakurikuler ekstrem yang menolak takut ketinggian itu terlihat sangat antusias dalam berlatih. Hal itu, akibat pandemi Covid19 yang melanda sehingga membuat mereka vakum berlatih rutin.

“Udah lama tidak latian. Ini pertama dimasa pandemi,” jelas Azyan.

Sementara itu, Nazwa Rahma Kirana (16), salah satu siswi yang tergabung pada ektrakurikuler Ganesha Pala mengungkap, sebelum adanya pandemi mereka rutin melakukan latihan disekolah pada hari Sabtu dan Minggu. Kemudian ada di outdoor pada saat camp dan lainnya.

“Di jembatan ketegan baru pertama kali,” tegas siswi kelas kelas XI IPA 9 itu.

Kembali, pada rasa ekstrim yang membuat adrenalin menyala mereka para anggota Ganesha Pala, harus menuruni jembatan sampai bawah pinggir sungai, kurang lebih 15 meter. Terlihat expresi wajah mereka ada yang santai dan sedikit ketakutan.

“Pertama-tama rasanya takut, tapi setelah coba bikin nagih untuk nyoba terus,” Mochamad Rifki (16), siswa XI IPA 1 SMAN 1 Ponorogo.

Rifki, sapaan akrabnya menambahkan hobi rappeling memang sudah menjadi gairahnya. Berbagai pelatihan survivor alam pernah ia ikuti.

“Memang senang yang berbau-bau alam mas,” pungkasnya.

Sebagai informasi, olahraga ekstrim ini sebaiknya tidak dicoba sendiri. Karena selain harus memiliki tali standar rappeling, alat keamanan dan harus didampingi oleh profesional.

Share This: