Jl. Pramuka No. 19A
(0352) 486012

Ratusan Rider Trail Semarakkan Grebeg Suro

Ratusan Rider Trail Semarakkan Grebeg Suro

Ratusan penhobi motor trail turut serta ramaikan rangkaian Grebeg Suro dan Hari Jadi Kabupaten Ponorogo ke-526. Para rider off-road roda dua bakalan jajaki keextreman jalur Trenceng, hutan kayu Putih, sukun hingga Mlarak dan kembali ke titik start lapangan Borang, Singosaren, Sabtu (23/07/2022). Tak hanya mencoba trek, trail juga ingin menghidupkan ekonomi warga sekitar.

Sesuai tagline perayaan Grebeg Suro dan Hari Jadi Kabupaten Ponorogo ke-526 yaitu Bergandeng Erat, Bergerak Cepat, Ponorogo Hebat, helatan pesta rakyat bumi Reog terus merangkul berbagai pihak untuk bersama memeriahkannya. Sebanyak 52 agenda kegiatan satu persatu digelar dengan lancar.

Salah satunya para penggemar motor trail yang ternyata mampu memberikan warna pada pesta rakyat Ponorogo tersebut. Bahkan kegiatan ini menarik minat penhobi trail dari luar Ponorogo.

Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko mengatakan dengan bergandeng erat, bergerak cepat, Ponorogo Hebat, pihaknya mencoba menyatukan semua kekuatan, hobi, budaya, dan irisan-irisan elemen yang ada dilibatkan untuk meramaikan Grebeg Suro.

“Dalam rangka, yang pertama ingin menandai bahwa kita ini Ponorogo, kota budaya, kota Santri, kota kreatif. Maka semua yang berbau kreatif, berbau budaya dan berbau agama kita libatkan untuk berbondong-bondong menyambut Grebeg Suro,” katanya.

Ia mengungkap satu suro itu adalah satu Muharram yang dimana ada satu spirit pesan dari Rasulullah yaitu hijrah tidak hanya fisik tapi juga hijrah value. Dan hijrah value adalah yang paling penting.

“Nilai hijrah itu adalah bagaimana kita meningkatkan derajad dari nilai A ke nilai lebih tinggi agar Ponorogo semakin hebat,” ujarnya.

Sementara itu, Irwan, ketua pelaksana trail adventure menyampaikan pada kegiatan tersebut pihak panitia membatasi jumlah peserta. Ia menyebutkan hanya 200 rider trail saja yang dapat mengikuti kegiatan itu.

“Untuk jalur mulai dari Borang, Selabur masuk perkampungan Trenceng, masuk kawasan hutan kayu putih keluar Sukun. Lalu halang rintang (jalur extreme) di sungai masuk dungus ke Mlarak lalu balik lagi ke Borang sini,” paparnya.

Ia menambahkan pihaknya meminta perhatian dari Pemerintah Kabupaten Ponorogo karena hampir semua penhobi trail ada di seluruh wilayah Kabupaten Ponorogo dan memiliki sifat silaturahmi, olahraga dan berwisata.

“Dan secara tidak langsung hal itu bisa menumbuhkan perekonomian disekitar sini. Seperti bisa berdagang, mungkin dagang sate atau apa disekitar sini,” pungkasnya.

Share This: