Jl. Pramuka No. 19A
(0352) 486012

Sepak Bola Api, Kobarkan Semangat Hari Kemerdekaan

Sepak Bola Api, Kobarkan Semangat Hari Kemerdekaan

Ponorogo – Sepak bola api, salah satu kebudayaan Masyakarat yang agak ekstrim di wilayah Indonesia, kembali bisa disaksikan oleh masyarakat Bumi Reyog, Ponorogo. Bola api dari buah kelapa biasa yang dimainkan oleh para profesional dibidangnya itu, kali ini di lombakan oleh Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor dan Barisan Ansor Serba Guna (Banser) di lapangan Desa Japan, Kecamatan Babadan, Kabupaten Ponorogo, Sabtu (22/08/2020). Perlombaan tersebut diadakan dalam rangka memperingati hari kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia ke-75 dan hari jadi Ponorogo ke-527. Meski terbatas, karena harus mematuhi standart protokol kesehatan, sepak bola api berlangsung sangat semarak.

Gelaran sepak bola api yang biasa dimainkan oleh profesional dibidangnya, diberbagai daerah di Indonesia, kali ini mendapatkan perhatian khusus di Bumi Reyog. Kendati memang tidak banyak yang menyaksikan akibat pembatasan jumlah penonton dan tidak di umumkan jauh-jauh hari, guna menghindari membludaknya jumlah penonton, permainan ekstrim tersebut berlangsung semarak.

Kesemarakan terlihat saat para pemain berusaha menendang bola, mengoper dan menendang keras untuk menjebol gawang lawan, layaknya gelaran sepak bola pada umumnya. Ditambah lagi teriakan penonton saat kedatangan bola api ke luar lapangan membuat penonton harus berlarian menghindari bola api yang membara, sambil bersorak sorai.

Mariyanto Umar Ketua GP Ansor Babadan mengatakan kegiatan ini sudah berlangsung sudah ke tiga kalinya. Pertama di tahun 2017 di lapangan Desa Lembah, kedua di Desa Sukosari pada tahun 2019 dan di lapangan Desa Japan 2020.

“Harapan kami dengan adanya kegiatan ini adalah mengajak sahabat-sahabat Ansor dan Banser serta masyarakat, untuk meneladani para pahlawan kemerdekaan dalam meperjuangkan kemerdekaan serta mepertahankannya,” katanya.

Ia mengungkap semangat juang tersebut seperti kobaran api pada bola yang terbuat dari kelapa besar kering yang dinyalakan dengan api. Namun demikian pelaksaannya tetap dalam kepatuhan dan kedisiplinan standart protokol kesehatan.

“Alhamdulillah, sahabat Ansor dan Banser serta Masyarakat sudah saling memahami tentang kesadaran penggunaan standar protokol kesehatan covid19 ini. Jadi, masuk ke lokasi lapangan ada cek suhu tubuh, wajib masker dan wajib cuci tangan dan menjaga jarak,” paparnya.

Sementara itu, Syamsul Ma’arif Ketua GP Ansor Ponorogo yang hadir dalam gelaran itu, menambahkan kegiatan tersebut merupakan semangat patriotisme dan kebangkitan di era pandemi Covid19. Selain itu untuk menumbuhkan kesadaran kesehatan secara jiwa dan raga.

“Membangun optimisme itu dibutuhkan variable yaitu ada kesiapan pada masing-masing kader secara pribadi-pribadi. Yaitu kesiapan fisiknya berupa sehat. Untuk sehat itu, bisa bermacam-macam bisa berolahraga dan lainnya. Tak cukup raganya tapi secara spiritual, kita juga harus membangun optimisme,” Pungkasnya.

Sebagai informasi para peserta lomba sepak bola api hanya dari masing-masing ranting Ansor di Babadan dan karang taruna setempat dengan jumlah 5-6 peserta per tim. Namun tidak semua Desa-Desa di wilayah Babadan bisa ikut, karena olahraga ini cukup berbahaya bagi yang belum pernah memainkannya, karena menggunakan buah kelapa asli yang telah di bakar.

Share This: