Jl. Pramuka No. 19A
(0352) 486012

Tak Perlu Disakiti, Merak Berikan Keindahannya

Tak Perlu Disakiti, Merak Berikan Keindahannya

Ponorogo – Sobat Fantastis apa yang sobat pikirkan mengenai bulu burung Merak pada dadak merak Reyog Ponorogo. Pasti sobat berfikir kalau bulu merak itu dicabut kan? Nah itu jawaban yang salah. Karena jika bulu Merak dicabut maka meraknya jadi frustasi dan mati. Kasiankan, Merak yang indah tak berkembang lagi. Lalu bagaimana cara mengambilnya untuk membuat dadak merak? Yuk Simak ulasan dibawah ini.

Edi Kurniawan salah seorang penangkar merak yang memiliki puluhan Burung Merak mengatakan bawasannya Burung Merak tidak di dzalimi untuk mendapat bulu yang indah tersebut. Melainkan menunggu burung nan anggun itu melepaskan bulunya saat usai musim kawin.

“Jadi setelah kawin, Merak akan melepaskan bulu-bulunya, jadi tidak dicabuti ya, kalau dicabut Meraknya bisa mati,” kata Edi, ketika ditemui di penangkaran Meraknya, di Desa Ngrupit, Kecamatan Jenangan, Kabupaten Ponorogo, Kamis (27/02/2020).

Edi Kurniawan, adik yang juga adik kandung, dari Edi Sartono pemilik kebun jambu kristal itu mengungkap menangkar burung merak sudah ia lakukan selama dua tahun ini dan saat ini sudah memiliki 3 pasang indukan dan 12 anakan burung dengan bulu yang mempesona itu. Dari puluhan burung Meraknya Edi sudah mengantongi izin Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA).

“Jadi izinya tidak sulit, bagi yang mau menangkar Merak, bahkan nantinya ada informasi pihak Yayasan Reyog, mau bekerjasama untuk mempermudah izin penangkaran Merak bagi warga Ponorogo,” Terangnya.

Namun, Edi yang berprofesi sebagai Dosen Universitas Muhammadyah Ponorogo itu berpesan, kepada warga Ponorogo yang ingin menangkar Merak tidak membeli atau memelihara dari kecil atau masih anak. Karena perawatannya cukup sulit.

“Itu, seperti merawat bayi, malam musti dijenguk, lampu dan lainnya harus pas. Jadi sebaiknya memelihara dari umur sudah agak 7 bulan itu sudah lumayan mapan,” Pesannya.

Sementara itu Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni berharap lima tahun kedepan Ponorogo mempunyai penangkaran Merak ratusan bahkan sampai ribuan sehingga Ponorogo memiliki bulu-bulu merak yang indah dari Ponorogo.

“Yang secara alamiah bulu-bulunya mrotoli sendiri,” Pungkasnya.

Nah itu dia, kisah nyata dari pemilik bulu yang dijadikan dadak Merak. Jadi kalau ada berita Zholim mengenai penganiayaan burung Merak hingga menyebabkan kematian si Mempesona. Maka sudah dipastikan mereka bukan penangkar Merak melainkan amatir yang tidak suka keindahan dan tak tau diuntung.

Share This: