Jl. Pramuka No. 19A
(0352) 486012

Terancam Punah, Reog Didaftarkan Perlindungan Mendesak Ke UNESCO

Terancam Punah, Reog Didaftarkan Perlindungan Mendesak Ke UNESCO

Perjuangan komunitas Reog Ponorogo se-Indonesia bersama pemerintah kabupaten Ponorogo terus berlanjut. Kemarin, Senin (14/03/2022) di Jakarta, secara resmi tim asistensi dan Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga telah menyerahkan berkas usulan nominasi Reog Ponorogo sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTb) United Nation Education Scientific and Cultural (UNESCO) Intangible Cultural Heritage (ICH) kepada Direktorat Perlindungan Kebudayaan, Riset dan Teknologi.

Atas hal tersebut Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko sangat bersyukur kepada Allah SWT dan menyampaikan terima kasih atas doa dan dukungan komunitas Reog se-Indonesia maupun di luar Negeri.

“Kami telah menyerahkan dokumen nominasi warisan Budaya takBenda UNESCO (ICH-01) kepada Kemendikbudristek pada hari Senin (14/03/2022), tepat pukul 13.47 WIB di Jakarta,” Katanya.

Kang Bupati Sugiri mengungkap yang diserahkan adalah dosier isian ICH-01, 10 foto dan video dokumenter dengan durasi 10 menit.

“Insya Allah, dengan doa serta dukungan Bapak, Ibu komunitas pemilik Reog Ponorogo dan tentu saja Perkenan Tuhan Yang Maha Kuasa, dokumen Reog Ponorogo nantinya nantinya akan dikirim ke UNESCO oleh Kemendikbudristek,” paparnya.

Sementara itu, Profesor Hamy Wahjunianto selaku pimpinan tim asistensi menuturkan dalam mengawal program tersebut dan kerja kolaborasi dengan semua elemen masyarakat pecinta Reog Ponorogo dapat mengerjakan berkas nominasi ke UNESCO dengan tepat waktu.

“Kami diberikan waktu hingga 14 Maret 2022 kemarin oleh Kemendikbudristek untuk melengkapi berkas ajuan nominasi ICH 01, pembuatan film dokumenter serta foto-foto pendukung. Alhamdulillah, kerja keras dan kolaborasi dengan semua komunitas Reog Ponorogo, kami bisa menyelesaikan target yang diberikan panitia,” imbuhnya.

Ia menambahkan dalam pengumpulan data pihaknya adalah dengan studi pustaka, wawancara dan observasi ke lapangan dengan meliputi wilayah Jabodetabek, kota Metro Lampung, Kota Surakarta dan Kabupaten Ponorogo, bersama tim film dari ISI (Institut Seni Indonesia) Surakarta.

“Dari hasil riset tersebut, kami menemukan fakta bahwa dengan adanya pembatasan sosial-sosial selama pendemi, Reog Ponorogo dalam kondisi terancam punah. Untuk itu, kami mengajukan berkas nominasi ICH 01 dalam daftar Perlindungan Mendesak,” pungkasnya.

Share This: