Jl. Pramuka No. 19A
(0352) 486012

Wisata Religi Umat Katolik Sunyi Di Hari Natal

Wisata Religi Umat Katolik Sunyi Di Hari Natal

Ponorogo – Misa Natal bagi umat Kristen di wilayah Kabupaten Ponorogo berjalan dengan aman dan khidmat meski tidak seramai tahun sebelumnya. Hal itu akibat pandemi Covid19. Diantaranya terlihat di salah satu wisata religi Jemaat Katolik, Goa Bunda Maria Fatima, desa Klepu, Kecamatan Sooko dan beberapa gereja yang ada di wilayah Bumi Reyog.

Dari pantauan jurnalist Dinas Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga mulai dari tanggal 25 Desember 2020 sampai 26 Desember 2020 di Gereja dan lokasi wisata religi Goa Bunda Maria Fatima terlihat lengang namun Jamaat Gereja tetap bisa menjalankan ibadahnya dengan khidmat. Seperti di Gereja Santa Maria, Jl. Gajah Mada, Ponorogo di malam Misa terlihat Jamaat dengan jumlah terbatas melakukan ibadah dengan protokol kesehatan yang ketat.

Selain itu, di wisata religi Goa Bunda Maria Fatima, Klepu, Jemaat tetap melaksanakan Misa dengan ketentuan terbatas sesuai Prokes dan kesepakatan Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) dan Pemerintah. Namun, untuk sendang dan Goa Maria yang biasa digunakan umat non muslim untuk beribadah sementara ditutup.

Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Mochamad Nur Azis saat melakukan patroli skala besar di Greja Santa Maria, Jumat (25/12/2020) mengatakan perayaan Misa Natal, dijadwalkan berbeda-beda di gereja-gereja yang ada di wilayah Ponorogo. Untuk itu pihaknya menyiapkan segala pengamanan sedemikian rupa.

“Untuk patroli yang muter kita jumlahnya 50, tapi yang standby disini kita juga sudah sprintkan juga. Setiap gereja kita sudah tau jadwal-jadwalnya juga, jadi setiap jadwal seperti ini kita ada 10, ada dari Polri 7 dan TNI 3 terus kita dibantu dari Banser dan dari lainnya juga,” katanya.

Sementara itu, untuk perayaan Misa di Goa Bunda Maria, Klepu, juga berlangsung aman dan khidmat, meski tidak seramai sebelumnya. Dimana banyak Jemaat Katolik bisa datang dengan leluasa ke lokasi wisata religi umat Kristen tersebut.

“Goa Maria dua hari ini mati, sunyi, sepi. Karena tidak ada orang luar yang datang. Yang biasanya dari luar-luar desa, datang mengunjungi rumah-rumah, akhirnya mampir Goa Maria tapi ternyata rumah-rumah tidak ada yang buka. Akhirnya mereka tidak mau datang,” ungkap Stefanus Bonari, kuncen Goa Bunda Maria Fatima kepada Jurnalis Disbudparpora, Minggu, (26/12/2020).

Harni Trismanto, warga komplek Goa Bunda Maria Fatima menambahkan warga dusun Klepu khususnya yang non muslim sengaja menutup rumah untuk tidak menerima tamu perayaan Natal adalah untuk mematuhi Prokes yang sudah disepakati FKUB dan Pemerintah. Namun demikian, Natal bagi warga desa Klepu tetap berjalan khidmat karena masih bisa menggunakan media sosial dan komunikasi online untuk saling berbagi bahagia di hari istimewa bagi umat Kristen.

“Demi kebaikan bersama dan kesehatan bersama. Kita umat Katolik mengikuti aturan pemerintah desa dan juga himbauan dari Pemerintah pusat,” pungkasnya.

Apa yang dirasakan oleh umat non muslim ini tentu juga pernah dirasakan umat muslim di Indonesia. Maka demi keberlangsungan kesehatan Bangsa, kerjasama yang apik lintas iman dalam menjaga Prokes patut kita laksanakan bersama.

Share This: