Makam Raden Tumenggung Djayengrono tak lepas dari Keraton Kasunanan Surakarta, karena Raden Tumenggung Jayengrono adalah putra Raden Mas Sasangka atau Adipati Harya Metaun adipati di Jipang (Bojonegoro). Beliau masih trah dari Sunan Pakubuwono dari garwo selir. ini juga alasan mengapa makan ini selalu ramai pengunjung. Rabu (19/12/2023).

Menurut juru kunci makam, Muh Laili mengatakan, Raden Tumenggung Jayengrono membantu kerajaan setempat untuk memerangi kekuasaan pecinan. Keberhasilannya dianugerahi dengan tanah Bedanten (Ponorogo Timur) dan menjadi Adipati I (pertama) di sana. setelah wafat pada tahun 1780, dimakamkan di Desa Pulung Merdiko.

Laili menambahkan, Makam Raden Djayengrono banyak didatangi peziarah dari berbagai daerah, Pada bulan-bulan tertentu selalu ramai peziarah, seperti Rajab, Ruwah, puasa, Lebaran dan Muharam.

“Banyak peziarah yang datang dari berbagai daerah untuk berdoa dan mencari keberkahan,” ujarnya.

Makam R.T. Jayengrono menjadi destinasi wisata religi di Desa Pulung Merdiko, Pemdes telah menyediakan area tempat parkir berjarak 100 meter dari makam, juga dilengkapi fasilitas mushola dan toilet umum.

Wisata Pulung Merdiko, Nyekar Raden Tumenggung Djayengrono – Disbudparpora Ponorogo