Jl. Pramuka No. 19A
(0352) 486012

Diajukan Masuk UNESCO, Reyog Bertempur Dengan Daerah Lain

Diajukan Masuk UNESCO, Reyog Bertempur Dengan Daerah Lain

Workshop Reyog Obyog Jathil Dan Pengendang Reyog Ponorogo, selain memberikan semangat bagi para peserta perwakilan dari 21 Kecamatan juga menjadi semangat bagi Bupati Sugiri Sancoko untuk memenuhi harapan rakyat Ponorogo agar Reyog dapat masuk UNESCO (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization). Hal itu dikatakan orang nomor satu di Ponorogo itu usai membuka workshop tersebut di Padepokan Reyog Ponorogo, Jl. Pramuka No 19 A, Sabtu (09/10/2021).

Kang Giri, sapaan akrabnya menegaskan tidak hanya mengenai Reyog Obyog saja, pemerintahan yang dipimpinnya juga terus mendorong Reyog masuk UNESCO. Dan salah satu upayanya adalah dengan membentuk tim kerja yang sudah bekerjasama dengan kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) merumuskan naskah akademik.

“Walaupun kemarin sudah ada naskah produk dari Mas Ridho dan yayasan. Kita dulu gagal ditahun berapa itu, dua tahun yang lalu. Sekarang kita dorong kembali,” tegasnya.

Kang Giri menyampaikan, dalam naskah akademik nantinya Reyog harus disamakan dengan presepsi UNESCO dan memaksa UNESCO ikut memahami Reyog yang sudah ada, dengan disajikan dalam bentuk naskah akademik.

“Kami bertempur, bertarung dengan banyak daerah dengan banyak produk yang sama-sama untuk ke UNESCO. Ini yang list saja sudah ada 8, termasuk ada rendang, ada dangdut, ada banyaklah yang ikut bertarung untuk berebut di ICH (Intangible Cultural Heritage). Kita siap matang, artinya Reyog budaya ini harus milik kita betul, kita sajikan secara baik dan kita terjemahkan secara akademik sehingga UNESCO memahami itu,” pungkasnya.

Share This: