Jl. Pramuka No. 19A
(0352) 486012

Yayasan Reyog Brokohan Gedung Padhepokan Reyog

Yayasan Reyog Brokohan Gedung Padhepokan Reyog

Yayasan Reyog Ponorogo mengadakan Brokohan Gedung Padepokan Reyog Ponorogo sebagai simbol rasa syukur dan sebagai tanda untuk mengoptimalkan gedung Padepokan Reyog sebagai tempat pembinaan, pengembangan dan pelestarian seni Reyog Ponorogo. Hal itu dikatakan Ketua Umum Yayasan Reyog Ponorogo, Budi Warsito, usai Brokohan bersama jajaran Yayasan Reog dan tamu yang hadir, di Gedung Padepokan Reyog Ponorogo, Jl. Pramuka No 19 A, Sabtu (09/10/2021).

Brokohan berasal dari kata barokahan dan merupakan upacara adat dengan membuat bancakan atau rangkaian makanan yang dilaksaankan beberapa jam setelah kelahiran bayi. Namun demikian, istilah Brokohan di masyarakat Ponorogo juga sering digunakan untuk mengungkapkan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan mengharap Ridlo-Nya untuk keberkahan dari apa yang dibangun atau sesuatu yang di panen dari hasil bumi.

Ketua Umum Yayasan Reyog Ponorogo, Budi Warsito mengungkap dalam Brokohan untuk gedung Padepokan Reyog baru pertama kali ini dilakukan. Meskipun gedung Padepokan Reyog sudah dibangun semenjak tahun 1992 dengan rangkaian acara peresmian.

“Brokohan ini untuk mensyukuri dan sebagai sebuah penanda, tekad dan semangat untuk mengoptimalkan gedung Padepokan Reyog,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan pengoptimal yang dimaksud adalah untuk pembinaan, pengembangan dan pelestarian seni Reyog Ponorogo dalam arti luas.

“Ya termasuk dalam acara pagi ini, workshop Reyog Obyok, itu kan juga termasuk salah satu bagian atau varian dari seni Reyog Ponorogo,” ucapnya.

Ia menambahkan bawasannya Brokohan dilakukan atas permintaan para Pini Sepuh (Sesepuh) dalam hal itu, Mbah Tobron (Haji Ahmad Tobroni Torejo, tokoh Warog Ponorogo) dan disambut oleh Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora).

“Dan Alhamdulillah, bertepatan dengan workshop Reyog Obyog pada hari Sabtu Pon (Kalender Jawa). Sehingga dengan demikian Padepokan ini akan kita semarakkan sambil menunggu suasana Covid-19 mereda. Tetep menyesuaikan. (Sesuai anjuran satgas Covid19 dan patuh protokol kesehatan),” pungkasnya.

Sebagai informasi, upacara sakral pembukaan workshop Reyog Obyok juga ditandai dengan peresmian prasasti gedung Kesenian Reyog Ponorogo yang dilakukan dengan penyiraman air kembang oleh Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Ponorogo, Sunarto, Ketua Umum Yayasan Reyog Ponorogo, Budi Warsito dan jajaran, Pembina Yayasan Reyog Ponorogo H. Ahmad Tobroni Torejo dan H. Sugiri Heru Sangoko, Kepala Bidang Kebudayaan Disbudparpora, Yudha Slamet Sarwo Edi.

Share This: