Jl. Pramuka No. 19A
(0352) 486012

Flashmob Tari Ganongan Dan Tari Srampat Meriahkan Jl. HOS Cokroaminoto

Flashmob Tari Ganongan Dan Tari Srampat Meriahkan Jl. HOS Cokroaminoto

Sebanyak 600 murid Sekolah Dasar perwakilan dari seluruh Kabupaten Ponorogo meriahkan Jl. HOS Cokroaminoto dengan menari bersama atau flashmob Bujang Ganong, Minggu (19/06/2022). Tak hanya itu, flashmob tari srampat juga tak kalah meriah.

Dari pantauan langsung di lokasi, flashmob tersebut bertambah semakin meriah karena Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko dan Wakil Bupati Ponorogo Bunda Lisdyarita turut menari bersama-sama dalam gelaran itu. Terlihat masyarakat pun turut turun ke jalan dan ikut menari.

Usai acara, Kang Bupati Sugiri mengatakan acara tarian ini untuk menanamkan supaya anak-anak mencintai budayanya. Pengenalan terhadap budaya dan kesenian Reog Ponorogo ini sangat penting bagi anak-anak.

“Sepintar dan sehebat apa pun kalau karakter budaya sudah menjadi benteng dalam diri, maka mereka akan menjadi pribadi rendah hati, takdhim, pintar, berani, dan hebat,” ujarnya.

Kang Bupati Sugiri mengungkap acara tarian massal bisa untuk mengisi pra kegiatan Suro nanti. Sehingga direncanakan bakal mengadakan flashmob lagi dengan perpaduan antara tarian sufi dan bujang ganong secara bersamaan di Jalan HOS Cokroaminoto dan Jalan Jendral Sudirman.

“Perpaduan kedua tarian itu untuk menunjukkan sebagai kota budaya dan santri yang blended dan bersinergi,” paparnya.

Maka, dirinya sengaja terbuka dengan siapa pun yang ingin berkolaborasi untuk percepatan program budayanya. Sebab, tagline Suro nanti yaitu Bergandeng Erat, Bergerak Cepat, Ponorogo Hebat.

“Harus kita lakukan agar yang kita tuju segera terwujud,” jelasnya.

Sementara itu, Muhadi, Ketua Ponorogo Maju Perkasa mengatakan acara ini bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Ponorogo dan Jopa. Pesertanya berjumlah 600 anak SD dari perwakilan masing-masing kecamatan.

Sudirman, pemilik Jopa menambahkan kegiatan tari massal ini pernah dilakukan pada tahun 2019 lalu, tari Jathil massal. Juga ada tari Krido Warok Cilik, pun sekarang tari Bujang Ganong.

“Materi Reog banyak banget, bujang ganong kali ini diambil karena penari yang komunikatif dan atraktif,” terangnya.

Menurutnya, sosok bujang ganong merupakan pejabat kerajaan yang rendah hati, tidak membedakan status sosial. Apalagi saat tampil, bujang ganong biasanya kocak dan memiliki keahlian bela diri.

“Bujang ganong yang merupakan patih kerajaan, kostumnya sederhana supaya bisa merangkul masyarakat bawah,” imbunya.

Disisi lain, para Ganongan cilik sangat senang sekali bisa menampilkan bakatnya ditempat umum. Apalagi bisa menari bareng Bupati dan wakil Bupati.

“Sangat seneng,” pungkas Roy Kevlin Ardiano pelajar kelas 3 SD Ngrupit, yang masih berusia 10 tahun.

Share This: