Jl. Pramuka No. 19A
(0352) 486012

Ribuan Jama’ah Hadiri Penutupan Haul KH Ageng Muhammad Besari

Ribuan Jama’ah Hadiri Penutupan Haul KH Ageng Muhammad Besari

Ribuan jama’ah ramaikan penutupan HAUL Kiai Haji Ageng Muhammad Besari Ke 275 di halaman komplek makam Tegalsari, Kecamatan Jetis, Selasa malam (14/06/2022). Tak hanya meriah, Haul salah satu waliullah itu syarat akan tuntunan bagi umat.

Acara yang diawali dengan sholawatan dari group Al Banjari, Jamuna Ramaido itu beratmosfer religiusitas yang tinggi. Berbagai lantunan sholawat membuat hati tenang dan damai.

Kemudian Cak Dikin yang naik panggung dengan membawa lagu ilir-ilir untuk menghibur jama’ah dengan lawak khas dan musik campursari membawa image Ponorogo yang memiliki peradaban yang telah di bangun oleh para santri yang moderat tanpa meninggalkan seni dan budaya seperti yang diajarkan Kiai Ageng Muhammad Besari kala masih hidup.

Selanjutnya tibalah pada acara ceremonial penutupan yang dilakukan oleh Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko. Pada kesempatan ini, Kang Bupati Sugiri mengatakan Mbah Ageng Muhammad Besari yang sudah hampir tiga abad berpulang ke Rahmatullah namun memiliki peninggalan membahana di antero jagad.

“Pesantren yang megah-megah hampir semuanya adalah Dzuriah Beliau, cucu-cucu Beliau,” katanya.

Kang Bupati Sugiri mengungkap semua yang terlahir di bumi adiluhung, bumi Reog Ponorogo yang kental dengan budaya dan santri. Maka pada Haul kali ini, semuanya tidak boleh keluar dari akar budaya.

“Yaitu santri dan budaya. Kami membangun Ponorogo kedepan mudah-mudahan membangun Ponorogo berbasis santri dan budaya. Mudah-mudahan bisa dimudahkan oleh Allah SWT, menjadi kota santri dan budaya yang aduhai,” terangnya.

Lalu tibalah pada acara inti dengan pengajian akbar yang di isi oleh KH. Miftah Habiburrahman atau yang akrab di sapa Gus Miftah. Pada tausiyahnya yang penuh dengan gaya khas dakwah santai dan sejuk tentang suri tauladan Mbah Besari, garis keturunan trah Tegalsari, kisah karomah Kiai Hasan Besari (Cucu Mbah Ageng Besari) hingga kisah Reog versi Suryo Ngalam dan tentang alat musik kompang ( penyebutan alat musik religi Islam khas Ponorogo yang dipopulerkan santri Tegalsari) Gus Miftah tak lupa mengingatkan kepada pemerintah Kabupaten Ponorogo untuk segera membukukan sejarah Tegalsari.

“Ini penting,” tegasnya.

Selanjutnya pada puncak penutupan ribuan jama’ah melangitkan doa untuk salah satu wali Allah di bumi Reog itu dengan khusyuk yang di pimpin oleh KH. Luqman Al-Hakim Harist Dimyati (Pengasuh Pondok Pesantren Tremas, Pacitan).

Sebagai informasi, sebelumnya Teguh Widadi Ketua panitia Haul KH Muhammad Ageng Besari menyampaikan rangkaian Haul digelar berbagai kegiatan yang dimulai pra Haul di Masjid Setono, Tegalsari, pembukaan haul pada Sabtu (11/06/2022) simaan Al-Qur’an dari Jam’iyyatul Qurra wal Huffaz se-Kabupaten Ponorogo yang dilaksanakan diseluruh wilayah Desa Tegalsari di mushola-mushola dan rumah-rumah penduduk hingga desa sebelah di satu kecamatan bahkan hingga ke Desa Siman yang beda kecamatan karena diminta, lalu Ambengan di Masjid Tegalsari, pada Minggu (12/6/2022), lomba banjari pada Senin (13/6/2022), kirab budaya dan penutupan haul pada Selasa (14/6/2022). 

Share This: